7 Rumah dan 1 Gudang Ludes Terbakar

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 09 Juli 2018 - 12:33:44 WIB   |  dibaca: 396 kali
7 Rumah dan 1 Gudang Ludes Terbakar

SISA KEBAKARAN : Warga mencari barang berharga yang bisa diselamatkan di sekitar puing-puing atau sisa kebakaran di Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Minggu (8/7). Sedikitnya, 7 rumah dan satu gudang hangus terbakar akibat peristiwa itu.

CILEGON - Sebanyak 7 unit rumah dan 1 gudang di Lingkungan Kavling, Blok C, Rukun Tangga (RT) 03/06, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang Ludes di lalap si jago merah. Struktur bangunan rumah yang semi permanen yang berdempetan membuat kobaran api dengan cepat merambat dan menghanguskan rumah beserta isinya. Peristiwa kebakaran itu terjadi Sabtu (7/7) malam pukul 23.00 WIB.

Ketua RT 03/06, Lingkungan Kavling, Blok C, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Muslim mengatakan, api berawal dari rumah salah satu warga bernama Edi yang kebetulan kosong. Sampai saat ini penyebab kebakaran masih belum jelas, sebab kondisi rumah yang menimbulkan api saat itu dalam keadaan kosong. Warga setempat baru menyadari adanya kebakaran setelah api berkobar dengan besar dari rumah Edi.


"Berawal dari rumah ini. tidak ada yang tahu sumbernya apakah dari korsleting listrik atau dari kompor gas. Warga mengetahui setelah api dari dalam rumah edi berkobar," katanya sambil menunjukan sumber rumah yang awal menjadi penyebab kebakaran, Minggu (8/7).


Meski melalap 7 rumah dan 1 gudang, Muslim menjelaskan, kebakaran tidak sampai menelan korban jiwa. Hanya harta benda milik warga semuanya ludes terbakar dan kerugian material ditaksir mencapai Rp 300 juta lebih."Sebagian besar barang ludes terbakar, bahkan tidak sempat diselamatkan," jelasnya.

Sementara itu, korban kebakaran yang rumahnya ludes terbakar, Samlawi mengungkapkan, bukan saja barang-barang elektonik dan furnitur yang ludes terbakar, surat-surat berharga seperti ijazah anak, surat kendaraan bermotor dan surat tanah juga hangus terbakar. Ia tidak sempat menyelamatkan harta bendanya karena hanya berfikir untuk memadamkan api."Tidak sempat mikir banyak, cuma nyuruh istri sama anak menyelamatkan diri. Saya langsung sibuk madamkan api yang terus berkobar," ungkapnya.

Samlawi menambahkan, saat ini ia bersama dengan keluarganya tinggal di rumah saudara, sementara untuk memenuhi kebutuhan hanya mengandalkan bantuan dari orang lain.
"Belum ada bantuan dari pemerintah, kami dan warga lainnya mengungsi kerumah saudara masing-masing untuk sekedar numpang tidur," tambahnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Keselamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Cilegon Ivan Zaenudin menjelaskan, sedikitnya 2 unit pemadam di kerahkan untuk memadamkan api.

lokasi dan akses jalan sempit mempersulit unit mobil pemadam mendekat kelokasi, sehingga proses pemadaman menjadi terkendala."Jarak lokasi dengan unit yang mencapai kira-kira 160 meter menjadi kendala proses pemadaman. Api baru bisa dipadamkan pukul 02.45 WIB. Hasil analisa dugaan sementara kebakaran terjadi karena keteledoran warga yang meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, namun persoalan tersbut masih terus didalami pihak kepolisian," jelasnya.


Hasil pantauan Banten Raya di Lokasi kejadian, rumah Edi yang merupakan penyebab awal kebakaran dipasangi polis line untuk penyelidikan lebih lanjut. Barang-barang warga juga terlihat masih tergeletak diluar, tidak ada posko pengungsian sehingga warga sebagian tidur di rumah tetangga terdekat. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook