Unine Cafe, Tempat Nongrong Anak Gaul Nan CerdaS

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Senin, 09 Juli 2018 - 12:49:34 WIB   |  dibaca: 36 kali
Unine Cafe, Tempat Nongrong Anak Gaul Nan CerdaS

RAMAI : Sejumlah anak muda di Kota Cilegon menghabiskan waktu luang sambil menikmati bacaan buku di Union Cafe, Sabtu (7/7).

CILEGON – Bisnis kafe di tanah air terus tumbuh pesat. Tak hanya di kota-kota besar, bisnis kafe hampir tersedia di seluruh kota di Indonesia, termasuk di kota Cilegon, Provinsi Banten, yang menyajikan kafe dengan konsep unik dan menarik. Salah satunya seperti Unine Cafe yang terletak di Komplek Ruko Pondok Cilegon Indah Blok E 1A No 1, Kota Cilegon.

Art Director Unine Cafe, Putro mengatakan, Unine Cafe menawarkan konsep unik berupa perpaduan tempat nongkrong dengan perpustakaan bernuansa bohemian (gaya yang penuh warna dan bercampur antara gaya etnik, hippies dan juga vintage).


 “Saya sebagai owner yang merangkap sebagai penanggung jawab interior punya alasan mengapa saya memadukan kafe dengan perpustakaan ini, karena selain ingin menyajikan hidangan lezat, saya juga ingin menyajikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi pengunjung,” ujar Putro saat berbincang dengan Banten Raya, Sabtu (7/7).


Ia juga menjelaskan, konsep nuansa bohemian, merukan konsep kafe dengan fitur-fitur yang jauh dari kata mewah dan mahal. Selai itu, konsep ini lebih mengedankan pemanfaatan barang-barang sekitar untuk didekorasi sehingga terkesan unik dan out of the box.


Selanjutnya, tak hanya dapat menikmati sajian lezat, sambil bersantai pengunjung juga dapat memanfaatkan waktu luang dengan membaca beragam buku, mulai dari buku biografi, motivasi, art, desain, religi, dan juga buku tentang sejarah.“Buku koleksi kita sudah cukup banyak. Tetapi buku yang kami sediakan untuk pengunjung saat ini tidak boleh dibawa pulang,” terang Putro.


Suasana Unine Cafe yang kuno tetap dipertahankan dengan menghadirkan bangku-bangku kayu dan ornamen lain yang sangat unik. Di setiap dinding, pengunjung bisa menemukan rak berisi buku-buku yang siap dibaca, tentunya membuat pengunjung merasa santai dan nyaman.


Putro pun mengungkapkan, dengan menciptakan suasana yang nyaman, tidak menjadikan Unine Café fokus mengejar keuntungan, tapi lebih pada aspek sosial. Fasilitas-fasilitas tambahan berupa alat musik, itu merupakan suatu cara agar Unine Café dapat dijadikan ruang untuk menyalurkan hobi dan menambah pengetahuan.“Kalau bisa dibilang, persentase didirikannya Union Cafe itu 80 persen mengajak pengunjung sharing pengalaman dan sisanya bisnis,” ungkap Putro.


Putro menambahkan, di Union Cafe sudah ada kegiatan rutin setiap hari Sabtu dari komunitas standup Cilegon dan komunitas musik yang datang untuk sekadar kumpul-kumpul, dan rencananya ia ingin menambah daftar kegiatan di Union café berupa bedah buku atau diskusi terbuka “Ngga tahu kapan pastinya. Yang pasti, kami akan menghadirkan narasumber yang berasal dari akademisi dan tokoh masyarakat Kota Cilegon,” harapnya.


Berbicara tentang menu, Unine Café menyediakan aneka menu yang  lumayan beragam. “Disini menu andalannya adalah Robas Salad, yaitu roti isi salad yang digoreng dengan tepung roti. Untuk minuman, kopi andalan kita yaitu kopi lada hitam, rempah dan kopi original” ungkap Putro.


Soal harga, Putro mengatakan bahwa harga makanan relatif terjangkau, mulai dari Rp10 ribu hingga yang termahal hanya Rp20 ribu. Untuk minuman harganya mulai dari Rp5 ribu sampai harga Rp15 ribu.“Harga yang kita banderol memang menyesuaikan segmentasi pasar, kita dari awal buka selalu menerapkan prinsip nongkrong asik tapi ngga panik,” imbuh Putro. (mg-laras)

 

 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook