Distan Gulirkan Program Asuransi Pertanian

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Senin, 09 Juli 2018 - 13:51:24 WIB   |  dibaca: 38 kali
Distan Gulirkan Program Asuransi Pertanian

MULAI PANEN : Hamparan lahan sawah petani Kecamatan Patia yang ditanami padi mulai memasuki masa panen, kemarin.

PANDEGLANG- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Pandeglang tengah gencar menyosialisasikan asuransi pertanian. Program yang ditawarkan ini adalah untuk lahan sawah petani yang mengalami puso akibat bencana alam dan serangan hama. Petani cukup membayar premi sebesar Rp 36 ribu per hektare dan akan mendapatkan pertanggungan sebesar Rp 6 juta per hektare apabila gagal panen.


Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Distan Pandeglang Uun Junandar mengajak para petani untuk mengajukan lahan sawah miliknya agar mendapatkan bantuan asuransi pertanian dari pemerintah. Dia menyebutkan, program asuransi tersebut sangat bermanfaat karena akan membantu petani ketika gagal panen.


"Asuransi tanaman pangan ini sangat bagus. Kalau lahan sawah petani puso bisa mendapatkan bantuan yang disesuaikan dengan umur tanaman, seperti padi per 10 hari setelah tanam," ungkap Uun, Minggu (8/7).


Dia menjelaskan, hingga saat ini sudah ada ratusan hektare lahan sawah petani di beberapa kecamatan yang diajukan untuk mendapatkan asuransi pertanian. Dia menargetkan, semua petani mendapatkan bantuan yang diberikan pemerintah pusat tersebut.


"Target asuransi pertanian ini mencapai 3 ribu hektare. Yang baru tercapai sekitar 640 hektare. Mudah-mudahan ke depan bisa bertambah, sosialisasi kepada petani sudah kita lakukan. Ketika rapat dengan penyuluh kelompok tani pun sering kita disampaikan," jelasnya.


Menurutnya, mekanisme asuransi ini adalah petani tidak perlu membayar keseluruhan preminya yang mencapai Rp 180 ribu per hektare. Sebab, adanya subsidi sebesar 80 persen dari pemerintah, sehingga petani hanya membayar premi sekitar 20 persen.


"Petani hanya membayar Rp 36 ribu per hektare. Sedangkan sisanya akan dibayar oleh pemerintah pusat melalui program bersubsidi, dengan harapan dapat membantu petani ketika tanamannya gagal panen," katanya.


Kasi Alsintan Distan Pandeglang, Dicky Supriadi menuturkan, tak semua petani mendapat fasilitas itu. Pemberian perlindungan asuransi hanya untuk petani padi, karena manfaat sektor pertanian bisa menutup kerugian para petani.

Sehingga saat gagal panen, asuransi akan melindungi penderitaan para petani dalam mengelola pangan. "Dengan asuransi ini kerugian petani bisa dikurangi. Kami berharap melalui asuransi ini bisa menstabilkan pendapatan petani ketika lahan sawah atau tanamannya puso," ujarnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook