Film Ranger Buatan Anak Banten

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 09 Juli 2018 - 14:48:01 WIB   |  dibaca: 92 kali
Film Ranger Buatan Anak Banten

BERAKSI : Komunitas Cosplay Dokuritsu foto bersama anak-anak dalam sebuah acara, belum lama ini.

KOTA SERANG - Berawal dari kumpul-kumpul sesama pecinta cosplay Komunitas Cosplay Dokuritsu kemudian membuat sebuah film Dokuranger yang mengadaptasi kisah seperti Power Rangers. Sayang produksinya terhenti sementara karena masalah dana.

 

Film Dokuranger yang berdurasi 24 menit bercerita tentang lima orang remaja yang diberi kekuatan alam, yaitu kekuatan api, petir, angin, tanah, dan air. Kelima remaja ini dapat berubah menjadi Ranger yang akan melawan sebuah entitas jahat dari dimensi kegelapan yang berniat menguasai bumi dan sumber dayanya.

Dokuranger adalah film superhero bertema Ranger yang dibuat oleh Komunitas Cosplay Dokuritsu yang disutradarai oleh Wiko Arsenio. Sebuah film buatan anak negeri.“Film ini kami buat sekitar tahun 2016 akhir,” kata Wiko, salah satu anggota Komunitas Cosplay Dokuritsu, Minggu (8/7).

Dokuritsu sendiri merupakan komunitas Jejepangan. Anggota komunitas ini merupakan orang-orang yang menyukai dan hobi hal-hal yang berbau Jepang. Tidak hanya menggelar cosplay dan dance cover anggota komunitas ini juga belajar bahasa Jepang dalam komunitas.

Dokuritsu sendiri berarti kebebasan atau kemerdekaan. Sesuai dengan arti seni yaitu bebas berekspresi. Komunitas ini sudah banyak ikut dan terlibat dalam sejumlah acara seperti Hellofest, Enichisai, AFA ID, dan Japan Culture di Untirta. Saat ini anggota Komunitas Cosplay Dokuritsu berjumlah 10 orang, berasal dari Serang dan sekitarnya.


Sabtu (7/7) kemarin film Dokuranger diputar untuk komunitas Zetizen dan disusul dengan diskusi seputar film tersebut sejak pukul 10.00 sampai dengan 12.00. Peserta yang hadir berasal dari komunitas Zetizen, masyarakat umum, dan pemain serta kru film Dokuranger.


Wiko mengungkapkan bahwa film tersebut belum bisa digarap secara maksimal secara seri karena keterbatasan biaya. Padahal ia sudah memiliki ide cerita akan seperti apa film ini ke depan. Saat membuat film Dokuranger yang pertama pun—yang dimaksudkan sebagai proyek percontohan—biaya produksi dikumpulkan secara suka rela dari masing-masing anggota komunitas. Bahkan pemain dan penata musik juga digarap oleh anggota komunitas.“Semua pure dari anggota komunitas mulai dari crew, aktor, music composser, animator, editor, semua dari komunitas,” ujarnya.

Ia memperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk produksi 1 episode film secara memadai dibutuhkan anggaran sekitar Rp7 juta sampai dengan Rp9 juta. Anggaran itupun sudah sangat minim bila dibandingkan dengan biaya membuat film pada umumnya.

Sampai saat ini anggota komunitas masih harus mengumpulkan budget untuk membuat episode selanjutnya. Gagasan awal pembuatan film ini karena Komunitas Cosplay Dokuritsu sudah mempunyai base cosplay dan sering tampil di berbagai event dan ingin membuat sesuatu yang baru.
“Akhirnya kita coba buat karya lain dari cosplay ini. Ya kita coba bikin film,” ujar Wiko.

Wiko yang dalam pembuatan film itu juga menciptakan ide cerita mengungkapkan bahwa target yang diinginkan ke depan adalah tetap meneruskan project Dokuranger sampai tamat.
Ia juga memiliki mimpi terus menciptakan episode-spisode Dokuranger sehingga dapat dinikmati oleh khalayak, khususnya masyarakat Indonesia.“Harapannya kita bisa dibikin series seperti serial Power Ranger,” ujarnya.

Bagaimana bila ada produser yang tertarik membiayai? Apakah bisa bergabung? “Bisa banget,” ujar Wiko. “Ada fanpage Dokuranger di Facebook. Jadi kalau mau menghubungi bisa ke situ,” sambung Wiko yang aktif juga di Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Banten ini. (MUHAMAD TOHIR)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook