Gudang PT MFI Terbakar

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 10 Juli 2018 - 13:29:47 WIB   |  dibaca: 379 kali
Gudang PT MFI Terbakar

BAHAYA : Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon saat memadamkan api di PT Mitsubishi Pet Film Indonesia, Senin (9/7).

CILEGON - Seperti tak ada hentinya, kebakaran kembali terjadi di Cilegon. Setelah adanya tujuh rumah dan satu gudang yang ludes terbakar di Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Minggu (8/8), kebakaran juga terjadi pada, Senin (9/7) pagi di PT Mitsubishi Pet Film Indonesia (MFI). Kebakaran yang menghanguskan bagian gudang pabrik itu diduga akibat korsleting listrik.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon Nikmatullah mengatakan, kebakaran terjadi di salah satu sudut pabrik milik PT MFI yang terletak di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol. Api diperkirakan mulai muncul sekitar pukul 06.45 WIB.


"Kami terima laporan sekitar pukul 07.00 WIB dan sekitar pukul 07.15 WIB sampai di lokasi, langsung menerjunkan empat unit mobil pemadam. Tiga unit dari Pos Damkar Pusat, satu dari Pos Damkar Merak, ditambah lagi satu unit mobil Damkar milik PT MFI sendiri. Petugas yang kami terjunkan berjumlah 14 orang," kata Nikmat saat ditemui Banten Raya di kantornya, kemarin.


Dijelaskan Nikmat, kebakaran tersebut terjadi akibat korsleting listrik di salah satu ruangan pabrik. Namun, dalam kebakaran tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. "Untung saja segera ditangani dan tidak merembet ke bagian pabrik yang lain karena memang perusahaan tersebut memproduksi bahan kimia," jelasnya.


Menurut Nikmat, kebakaran tidak terlalu besar. Pasalnya, sekitar pukul 09.00 WIB berhasil dipadamkan. Kerugian materi masih dihitung oleh pihaknya. Petugas di lapangan juga menjebol salah satu tembok pabrik untuk memudahkan proses pemadaman. "Kami belum menghitung kerugiannya. Kalau penyebabnya korsleting listrik," tuturnya.


Nikmat menegaskan, akhir-akhir ini di Kota Cilegon memang terjadi banyak kasus kebakaran. Dalam setahun, sudah lebih dari 30 peristiwa kebakaran. "Setelah Lebaran ini juga banyak, ada Kantor Kelurahan Bulakan, SDN (Sekolah Dasar Negeri) Blacu, Pemukiman di Masigit, sama MFI ini. Ini menjadi perhatian kami," tegasnya.


Diterangkan Nikmat, saat ini DPKP Kota Cilegon juga masih kekurangan mobil pemadam kebakaran, khususnya yang menggunakan crane untuk keperluan pemadaman di gedung-gedung tinggi. DPKP Kota Cilegon juga sudah melakukan pengajuan mobil kebakaran untuk gedung bertingkat di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2019. "Saat ini di Cilegon, belum ada mobil pemadam yang bisa menjangkau ke lantai tiga di gedung bertingkat. Padahal, di Cilegon sudah banyak gedung yang bertingkat lebih dari tiga lantai," terangnya.


Kebutuhan pengadaan satu unit mobil pemadam kebakaran untuk gedung bertingkat, tambah Nikmat, anggarannya cukup besar. Kebutuhannya sekitar Rp 30 miliar. "Kami ajukan di APBD 2019, kalau tidak di acc kami ajukan lagi di perubahan atau APBD 2020, ini mendesak karena banyak gedung bertingkat di Cilegon," tambahnya.


Ia menjelaskan, masalah kebakaran di Kota Cilegon dianggapnya masih menjadi masalah serius. Selain karena banyak pemukiman padat penduduk, juga banyaknya industri kimia. "Ini menjadi perhatian kami, dan sudah kami sosialisasikan ke masyarakat maupun industri," jelasnya.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman pada DPKP Kota Cilegon Ipan Zainudin mengatakan, bukan hanya kekurangaan kendaraan pemadaman, dari sembilan mobil pemadam kebakaran yang ada saat ini kondisinya sudah dimakan usia. Lima diantaranya sudah berusia 10 tahun. Padahal, untuk kendaraan pemadam kebakaran butuh kendaraan yang kondisinya prima untuk mengejar waktu ketika terjadi kebakaran.


"Apalagi, kita ada Pos Damkar di Merak dan akan ada Pos Damkar di Ciwandan, di Pos Damkar itu juga butuh kendaraan yang stand bye. Agar ketika terjadi kebakaran di daerah yang jauh dari Kantor DPKP seperti di Merak dan Ciwandan bisa dijangkau mobil pemadam kurang dari 15 menit," katanya.


Ditegaskan Ipan, pihaknya juga kekurangan tenaga untuk pemadam kebakaran. Saat ini hanya tersedia sekitar 50 tenaga pemadam kebakaran. Sementara kebutuhannya mencapai 100 orang. "Saat ini ada Pos Damkar di Merak dan akan ada Pos Damkar di Ciwandan," tegasnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook