Sertifikat Lahan Warnasari Diminta Dipecah

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 10 Juli 2018 - 13:32:17 WIB   |  dibaca: 96 kali
Sertifikat Lahan Warnasari Diminta Dipecah

BERKUNJUNG KE KSOP : Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi saat berkunjung ke Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, Senin (9/7).

CILEGON - Sertifikat lahan milik PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) yang akan dibangun Pelabuhan Warnasari diminta untuk dipecah. Pasalnya, lahan yang ada saat ini atas nama PT PCM seluas 45 hektar. Padahal, seharusnya lahan tersebut diatasnamakan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Pelabuhan Warnasari.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten Yefri Madison mengatakan, PT PCM diminta untuk memecah sertifikat lahan yang saat ini akan dibangun Pelabuhan Warnasari. Lahan yang akan dibangun pelabuhan tersebut diminta untuk diatasnamakan BUP Pelabuhan Warnasari.

"Itu diatur dalam PM (Peraturan Menteri Perhubungan) Nomor 15/2015 tentang Konsesi Dan Bentuk Kerjasama Lainnya Antara Pemerintah Dengan Badan Usaha Pelabuhan Di Bidang Kepelabuhanan," kata Yefri kepada BAnten Raya usai bertemu dengan Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi di Kantor KSOP Kelas I Banten, Senin (9/7).


Dijelaskan Yefri, lahan yang diserahkan PT PCM ke BUP Pelabuhan Warnasari yang berkonsesi atau kerjasama dengan KSOP Kelas I Banten hanya 10 hektar saja. Dari total lahan yang berjumlah 45 hektar, hanya lahan yang masuk dalam Rencana Induk Pelabuhan (RIP) saja. "Nanti lahan 10 hektar dikerjasamakan dengan kita, sisanya itu bebas mau dibangun apa oleh Pemkot Cilegon," jelasnya.


Dalam perubahan sertifikat tanah, lanjut Yefri, tidak sampai merubah RIP maupun yang lainnya seperti Feasibility Study (FS). Perubahan status lahan yang 10 hektar ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI juga diminta oleh KSOP Kelas I Banten untuk cepat diurus, jika proses pembangunan pelabuhan ingin cepat. "Ini tergantung Pemkot Cilegon sebenarnya cepat atau lambatnya," ucapnya.


Ditambahkan Yefri, jika pemecahan sertifikat sudah dilakukan, pihaknya mengaku proses perizinan bisa melaju ke tahap selanjutnya. Jika izin sudah dikeluarkan, PT PCM juga diminta untuk segera menyiapkan fasilitas yang ada di pelabuhan. "Pelabuhan Warnasari sudah masuk dalam Rencana Induk Pelabuhan di Banten. Tapi, untuk pasar kami arahkan untuk curah cair dan curah kering saja, agar tidak berebut pasar, seperti dengan PT Pelindo (Pelabuhan Indonesia), PT KBS (Karatau Bandar Samudera), atau Indah Kiat. Kami utamakan curah cair, karena saat ini beluma ada pelabuhan curah cair di Banten yang memadai," tambahnya.


Di tempat yang sama, Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, PT PCM diminta melakukan kerjasama konsesi dengan KSOP Kelas I Banten. Kerjasama tesebut, hanya dalam bentuk tanah saja seluas 10 hektar saja. "Setelah kita datang ke KSOP jadi tahu masalahnya," katanya.


Edi menjelaskan, KSOP Kelas I Banten juga sangat mendukung Pelabuhan yang akan dibangun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkot Cilegon. "KSOP juga akan mengumpulkan kita semua yang punya RIP, untuk membahas RIP di Banten," jelasnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook