Tumpahan Gas Ancam Biota Laut

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 10 Juli 2018 - 15:32:12 WIB   |  dibaca: 57 kali
Tumpahan Gas Ancam Biota Laut

MENYEBUL : Sembulan air dari bawah laut akibat tekanan dari pipa gas yang bocor di Perairan Bojonegara, Senin (9/7).

SERANG - Pipa gas bawah laut milik PT China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) di Perairan Bojonegara, Kabupaten Serang, tepatnya sekitar 3-5 mil dari Pulau Panjang mengalami kebocoran, Senin (9/7) siang.

Pipa gas yang menyuplai ke turbin PLTGU Cilegon itu bocor diduga akibat terkena jangkar kapal berbendera Jepang. Pukul 13.45 WIB, semburan gas yang membuat air laut menyumbul ke atas permukaan laut itu telah berhenti. Meski demikian, tumpahan gas itu bisa mengancam kehidupan biota laut.


Informasi yang dihimpun Banten Raya, kebocoran pipa gas bumi tersebut diketahui sekitar pukul 09.10 WIB. Salah seorang nelayan Pulau Panjang, Misnan (48), yang akan menyeberang ke Pulau Panjang melihat semburan air dari dalam laut di sebelah barat Pulau Panjang.

Polair Polda Banten bersama aparat yang lainnya dan pihak PT CNOOC melakukan investigasi ke lokasi. Polair Polda Banten juga memasang perimeter agar kapal tidak melintas di sekitar lokasi. Sekitar pukul 13.45 WIB, PT CNOOC telah melakukan penutupan aliran gas dari katup pipa, sehingga gas tidak menyembul keluar.


Direktur Kepolisian Perairan (Dirpolair) Polda Banten, Kombes Nunung Syaifudin mengatakan, pipa gas yang mengalami kebcoroan milik PT CNOOC. Gas bumi yang ada di pipa tersebut merupakan suplai untuk Pembangkit Listrik Tenaga Geotermal (PLTG) Bojonegara. “Sekitar pukul 13.45 WIB saluran gas bumi dari PT CNOOC yang ada di Kepulauan Seribu Jakarta sudah ditutup jadi sudah tidak menyembur lagi,” katanya kepada wartawan, kemarin.


Akibat penutupan pipa gas tersebut, kata Nunung, salah satu turbin di PLTG Bojonegara yang menyuplai ke ke industri tidak berfungsi. Namun, untuk suplai listrik ke masyarakat dinilai tidak terganggu. “Namun untuk masyarakat seperti nelayan juga dilarang mendekat dulu,” jelasnya.

Saat ini, sambung mantan wakil direskrimsus, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Peristiwa tersebut, menurutnya, juga terindikasi adanya kapal yang menabrak pipa gas milik PT CNOOC yang berada di kedalaman 20 meter di bawah laut itu. “Kami sudah periksa satu nahkoda kapal yaitu dari Kapal Lumoso Raya yang saat peristiwa tersebut tidak jauh dari lokasi bocornya pipa,” terangnya.

Nunung menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui dampak lingkungan dari bocornya pipa gas bumi di bawah laut. “Kami masih cari tau penyebabnya dan mengumpulkan data,” pungkasnya.


Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten, Yefri Madison mengatakan, kebocoran pipa gas di laut Bojonegara membahayakan pelayaran kapal, sehingga seluruh kapal yang sedang berlayar di sekitar pipa gas yang bocor tersebut diminta menjauh. “Kami sampaikan ke VTS (Vessel Traffic Service) yang mengatur lalu lintas kapal. Kami sampaikan ke VTS lalu VTS menginformasikan melalui radio ke kapal-kapal yang sedang melalui lintasan tersebut diminta menjauh. Jarak aman 2 sampai 3 nm (nanometer),” tuturnya.

Mengetahui adanya kebocoran gas bumi di jalur yang padat lalu lintas laut itu, kata Yefri, KSOP melakukan pengamanan di sekitar lokasi kebocoran menggunakan KN Trisula bersama Polair Polda Banten. “Sudah dipasang perimeter oleh Polair Banten,” jelasnya.

Sementara itu, NP Rahadian dari LSM Rekonvasi Bhumi yang konsentrasi pada masalah-masalah lingkungan mengatakan, pihak berwenang harus melakukan investigasi terlebih dahulu untuk memastikan benar atau tidaknya kejadian tersebut meski ia mengaku sudah melihat video amatir yang dikirimkan kepadanya terkait kebocoran pipa gas di lautan itu.

Tetapi bila benar itu adalah kebocoran gas maka pemerintah harus segera menutupnya kembali karena bila dibiarkan akan berbahaya."Karena ada kemungkinan gas tersebut akan mencemari perairan laut kita," katanya.


Ditanya apakah gas itu berbahaya bagi manusia Rahadian mengungkapkan bahwa bila manusia berada di sekitar lokasi TKP maka bisa saja membahayakan. Karena itu menurutnya sebaiknya masyarakat sekitar tidak mendekati lokasi di mana pipa itu bocor agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain manusia menurutnya hewan lautlah yang rentan terkena dampak negatif dari bocornya pipa gas tersebut."Kemungkinan besar yang terdampak adalah biota laut," ujarnya. (gillang/tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook