PPDB Tidak Transparan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 11 Juli 2018 - 11:19:02 WIB   |  dibaca: 143 kali
PPDB Tidak Transparan

KACAU : Wali murid menyampaikan keluhan Penerimaan Peserta Didik Baru Negeri 2 Cilegon, Senin (10/7).

CILEGON - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Cilegon dikeluhkan wali murid. Mereka mengaku jika proses PPDB 2018 membuatnya harus bersusah payah demi menyekolahkan anaknya di bangku sekolah negeri. Setelah sebelumnya ada gangguan dari sistem PPDB online yang diubah ke offline, ternyata tidak membuat permasalahan berhenti sampai di situ, karena persoalan terus bermunculan.


Pantauan Banten Raya, Selasa (10/7), di SMP Negeri 7 Kota Cilegon yang berada di Kelurahan Bendungan, terlihat beberapa wali murid berkeluh kesah lantaran anaknya tidak masuk dalam daftar siswa atau siswi yang diterima sebagai peserta didik di SMP tersebut.

Hal yang sama juga terjadi di SMP Negeri 2 Cilegon, para wali murid berusaha menyampaikan kekesalannya dengan mendatangi panitia PPDB, mulai dari masalah tidak munculnya nilai dalam lembar pengumuman yang diterima wali murid, sampai kepada permasalahan passing grade yang dianggap beberapa wali murid tidak transparan.

Salah satu Wali Murid, Agung Prabowo mengatakan, anaknya yang lulusan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 6 Cilegon hendak masuk ke SMP Negeri 2 Cilegon sebagai pilihan pertama dan SMP Negeri 7 Cilegon sebagai pilihan kedua. "Keduanya (SMP 2 dan 7 Cilegon-red) sama-sama tidak diterima," kata pria asal Ciwaduk yang ditemui di SMP Negeri 7 Cilegon, Selasa (10/7).

Dalam kertas pengumuman yang diterimanya, tambah Agung, tidak tertera total nilai akhir. Padahal, beberapa wali murid yang menerima pengumuman serupa, baik yang diterima atau tidak diterima tertera total nilai akhir. "Kenapa ada perbedaan antara saya dengan yang lain?. Saya akan mencarikan anak saya ke sekolah swasta setelah tidak diterima di dua sekolah," keluhnya.

Agung berharap, PPDB SMP ke depan perlu diperbaiki lagi. Ia berharap, kejadian seperti itu tidak terjadi di tahun berikutnya. Ia hanya meminta proses PPDB berjalan secara transparan. "Saya tidak masalah anak saya tidak diterima, tapi harusnya ditunjukan lah nilai total akhir anak saya dari hasil penjumlahan antara nilai UASBN (Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional) dengan hasil penambahan nilai dari zonasi. Tunjukkan juga passing gradenya, biar kami puas," tegasnya.


Permasalahan PPDB juga dikeluhkan salah satu wali murid asal Griya Serdang Indah (GSI), Kabupaten Serang yang akan mendaftarkan anakny di SMP Negeri 2 Cilegon, Meila Pramiati. Ia mengatakan, anaknya mempunyai nilai UASBN 275,40.

Namun, tidak diterima di SMP Negeri 2 Cilegon sebagai pilihan pertama dan SMP Negeri 7 Cilegon sebagai pilihan kedua. Namun, dalam pengumuman yang diterimanya tidak tertera passing grade dan total nilai akhir. "Saya belum tahu anaknya akan daftar mana lagi," ungkapnya.


Meila menambahkan, selain kekacauan masalah total nilai akhir dan passing grade, pengumuman di SMP Negeri 2 Cilegon yang tadinya akan diumumkan pada Senin (9/7) siang, diundur sampai malam hari pukul 23.00 WIB. Bahkan, Ia dan beberapa wali murid lain harus sampai tengah malam demi mengetahui anaknya diterima atau tidak. "Kami merasakan susahnya masuk SMP Negeri," tambahnya.


Rosita, warga Jombang Wetan mengakui jika perjuangan untuk masuk ke SMP Negeri favorit tidak mudah. Anaknya yang hendak masuk SMP Negeri 2 Cilegon harus mengetahui pengumuman PPDB sampai larut malam. "Alhamdulillah anak saya diterima di SMP 2 Cilegon," akunya.


Tak berhenti di situ, kata Rosita, saat hendak melakukan daftar ulang pada Selasa (10/7), Ia harus menunggu lama. Bahkan, dari jadwal daftar ulang pukul 09.00 WIB, panitia PPDB belum terlihat untuk melayani daftar ulang. Sampai pukul 10.30 WIB, panitia juga belum datang, meski wali murid yang hendak melakukan daftar ulang sudah mengantre. "Ya sudah, saya pulang besok lagi (Hari ini -red) daftar ulangnya. Besok (Hari ini -red) toh katanya masih bisa," ungkapnya.

Carut marut PPDB SMP di Kota Cilegon mendapat sorotan Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Erick Rebi'in. Bahkan, Erick harus sampai datang tengah malam ke SMP Negeri 2 Cilegon pada Senin (9/7) malam. "Saya menenangkan para wali murid saja, dan minta pihak sekolah menjelaskan kenapa pengumuman sampai malam hari. Setelah itu, para wali murid tenang kembali," kata politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kota Cilegon ini.

Erick mengaku, jika permsalahan PPDB SMP akan menjadi pembahasan Komisi II DPRD Kota Cilegon. "Kami akan sampaikan kepada teman-teman komisi II. Bisa saja nanti kita hearing dengan Dindik (Dinas Pendidikan) untuk sama-sama memperbaiki PPDB di tahun depan," tuturnya.

Menanggapi kekacauan PPDB, Kepala Dindik Kota Cilegon Muhtar Gojali mengatakan, PPDB yang dikeluhkan beberapa wali murid diakuinya karena ada kesalahan manusia atau human error. Sebagai Kepala Dindik Kota Cilegon, Ia siap bertanggungjawab atas kekacauuan PPDB SMP yang tidak diprediksi sebelumnya. "Memang ada human error, tapi keluhan akan kami tampung menjadi pembelajaran kita ke depan," jelasnya.

Muhtar menambahkan, pihaknya juga akan menampung keluhan wali murid terkait dengan total nilai akhir yang tidak keluar dan tidak terteranya passing grade dalam pengumuman. "Tapi, masih ada SMP Negeri yang siap menampung, seperti SMP Negeri 8 masih kekurangan siswa," tambahnya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook