Mediasi RS Kurnia Buntu

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 11 Juli 2018 - 11:34:33 WIB   |  dibaca: 261 kali
Mediasi RS Kurnia Buntu

MEDIASI : Keluarga korban didampingi pemuda bersama manajemen RS Kurnia dan perwakilan komisi II saat mediasi di DPRD Kota Cilegon.

CILEGON – Mediasi yang dilakukan oleh Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon dengan menghadirkan keluarga pasien, Hasan Saidan korban yang mengaku diperlakukan kasar oleh oknum dokter di Rumah Sakit (RS) Kurnia dengan manajeman RS Kurnia menemui jalan buntu. Pasalnya, pihak RS Kurnia tidak memberikan jawaban yang memuaskan atas tuntutan korban untuk memecat oknum dokter Y yang telah bersikap kasar dan tidak profesional pada korban saat berobat pada Senin (2/7) malam pekan lalu.

Keluarga korban, Husen Saidan mengatakan, bukan hanya akan menuntut oknum dokter Y, namun keluarga juga akan menuntut pihak rumah sakit yang seolah-olah melindungi dokter Y. Padahal, secara jelas dokter Y tidak profesional karena emosi dan menggebrak meja saat melakukan pelayanan kepada Hasan.

 "Bukan saja dokter Y yang akan kami tuntut, namun RS Kurnia juga akan kami tuntut karena tidak tegas dan melindungi dokter Y yang jelas-jelas salah dan melanggar kode etik dengan berbuat kasar kepada kakak (Hasan Saidan-red) kami," katanya kepada Banten Raya usai melakukan rapat mediasi di Aula DPRD Kota Cilegon, Selasa (10/7).

Selain menuntut, Husen menjelaskan, pihaknya juga akan melakukan demonstrasi bersama dengan elemen kepemudaan yang ada di Kota Cilegon. Hal tersebut karena Hasan merupakan Wakil Ketua Karang Taruna Kota Cilegon, sehingga teman-teman pemuda dengan sendirinya berempati dan akan melaksanakan demo untuk menuntut pihak RS Kurnia.

"Secara kelembagaan bersama dengan teman-teman pemuda lainnya sudah memastikan akan menyampaikan aspirasi didepan RS Kurnia. Sebab, hal ini jelas merupakan pelecehan bagi kami sebagai pasien dan juga warga Cilegon lainnya yang mungkin mendapatkan perlakuan tidak baik oleh oknum dokter," tuturnya.

Direktur RS Kurnia, Tb Edi Kusnadi yang hadir dalam pertemuan mediasi tersebut enggan berkomentar banyak terkait dengan insiden yang melibatkan dokter yang praktek di tempatnya. Persolaan tersebut akan diserahkan kepada organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memberikan tindakan terhadap oknum dokter Y.

 "Kami akan serahkan semuanya kepada IDI untuk mengambil keputusan, jika dari kami tidak ada pembahasan secara internal berjalan saja karena ini sudah kehendak Allah. Namun, secara institusi kami sudah sampaikan permohonan maaf atas kehilafan yang sudah terjadi," jelasnya.


Sementara itu, Dokter Y mengakui dan meminta maaf atas perbuatannya yang telah menggebrak meja saat melakukan pelayanan. Ia mengaku emosi ketika korban meminta untuk tetap di rawat padahal secara medis yang bersangkutan bisa dilakukan rawat jalan. "Saya minta maaf saat itu terpancing emosi. Hal tersebut tidak akan terjadi lagi dan menjadi pelajaran bagi saya," akunya.

Ketua IDI Cabang Kota Cilegon, Lendi Deliyanto mengungkapkan, secara keanggotaan dokter Y adalah anggota IDI Cabang Serang, sehingga terkait persoalan pembinaan maka dikembalikan kepada IDI Serang.

"Dokter Y itu keanggotaannya IDI Serang. Soal pembinaan tentu kami akan kembalikan kepada mereka. Kami hanya bersifat rekomendasi, itupun jika sudah ada surat resmi dari korban serta dari pihak rumah sakit," ungkapnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook