Potensi Bencana Industri Tinggi

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 12 Juli 2018 - 10:29:58 WIB   |  dibaca: 44 kali
Potensi Bencana Industri Tinggi

JABAT ERAT : Perwakilan negara-negara ASEAN menghadiri rapat persiapan ASEAN Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise (Ardex) di The Royal Krakatau Hotel, Rabu (11/7).

CILEGON - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar latihan penanggulangan bencana tingkat ASEAN di Kota Cilegon. Latihan itu akan digelar pada 4-10 November 2018. Kota Cilegon dipilih sebagai tuan rumah karena potensi terhadap bencana industri sangat tinggi mengingat banyak berdiri industri kimia. Simulasi yang diberi nama ASEAN Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise (Ardex) ini merupakan yang ke-7.

Executive Badan Mitigasi Bencana Asia Tenggara atau AHA Center, Adeline Kemal mengatakan, Ardex merupakan simulasi penanggulangan bencana tingkat ASEAN. Tahun, ini merupakan Ardex ke-7, setelah pertama kali dilaksanakan di Malaisya pada 2005 lalu.

"Digelarnya Ardex pada 2005 lalu, pasca bencana Tsunami besar di Aceh yang berdampak pada negara-negara lain di Asia Tenggara. Sehingga, dibentuklah Ardex sebagai simulasi penanggulangan bencana bersama negara-negara anggota ASEAN," kata Adelina kepada Banten Raya saat konfrensi pers di The Royal Krakatau Hotel, Rabu (11/7).


Dijelaskan Adelina, ditetapkannya Cilegon sebagai lokasi latihan bencana, lantaran ada potensi bencana industri. Ardex tahun 2018 ini baru pertama kali simulasi bencana industri. "Sebelumnya di enam Ardex yang lalu hanya pelatihan bencana alam saja," jelasnya.


Menurut Adelina, awalnya Indonesia akan menjadi tuan rumah Ardex pada 2010, namun sepekan sebelum pelaksanaan Ardex terjadi bencana meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta. Sehingga, semua petugas BNPB terjunj ke lapangan untuk penanganan bencana sesungguhnya, bukan lagi simulasi. "Jadi, 2010 lalu Ardex batal dilakukan. Nah tahun ini (2018-red). Indonesia kembali diberi kesempatan jadi tuan rumah," tuturnya.


Selain itu, tambah Adelina, Cilegon dinilai sebagai lokasi yang memunya risiko tinggi terhadap bencana. Selain banyak berdiri industri kimia maupun pengolahan baja, wisata juga berjejer di sepanjang pantai Anyer.

Jika terjadi bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami, tidak menutup kemungkinan Cilegon terdampak hingga menyebabkan bencana industri. "Alasan lain memang karena Cilegon adalah salah satu tempat yang punya resiko yang tinggi, wisata, ekonomi, dan juga resiko industri dan memang terjadi beberapa kali earthquake dari sini serta dampaknya bisa ke nasional," tambahnya.


Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Wisnu Widjaja mengatakan, dari Ardex, Indonesia diharap dapat belajar bagaimana skenario penanggulangan bencana sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan prosedur bantuan tingkat ASEAN dan internasional.


 "Ardex ini tujuannya adalah untuk memperkuat kapasitas kemampuan kita baik pemerintah maupun masyarakat dalam menangani bencana-bencana besar terutama antara regional ASEAN dan regional. Jika tidak mampu dibantu oleh nasional turun kemudian nasional tidak mampu internasional turun. Maysarakat juga terlibat dalam Ardex, agar penanggulangan bencana industri juga memasyarakat," katanya.


Wisnu menegaskan, latihan bersama negara-negara ASEAN sekaligus menguji sistem kebencanaan berfungsi atau tidak. Setelah diuji, pihak BNPB bersama negara-negara yang terlibat akan mengevaluasi. "Jadi nanti latihan itu adalah menguji apakah siatem itu berjalan atau tidak, setelah nanti diuji nanti kami akan melakukan evaluasi mana yang sudah baik mana yang belum dan kita perbaiki jadi kalau nanti terjadi yang sebenarnya kita siap untuk itu," tegasnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook