Pengusaha Dilarang Jual Pasir Basah

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Kamis, 12 Juli 2018 - 10:38:27 WIB   |  dibaca: 69 kali
Pengusaha Dilarang Jual Pasir Basah

PASANG IMBAUAN : Anggota Satpol PP Kabupaten Lebak memasang papan imbauan agar pemilik tambang pasir tidak menjual pasir basah di salah satu lokasi penambangan pasir di Citeras, Rangkasbitung, Rabu (11/7).

RANGKASBITUNG - Puluhan anggota Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Kabupaten Lebak melakukan penyisiran terhadap sejumlah lokasi pertambangan pasir di kawasan Cimarga, Sajira dan Rangkasbitung. Hal itu dilakukan sebagai langkah untuk memastikan agar tidak ada pengusaha yang menjual pasir dalam kondidi masih basah.


Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Lebak, Dartim mengatakan, hingga kini masih banyak pengusaha pertambangan pasir yang secara diam-diam menjual pasir dalam kondisi basah kepada para sopir truk. Untuk itu, para pengusaha pasir tidak melalukannya lagi, maka pihaknya telah memberikan peringatan sekaligus memasang poster dan spanduk  yang bertuliskan larangan menjual maupun mengangkut pasir basah disemua titik lokasi penambangan pasir.

"Selama ini sopir truk kerap menuduh bila pengusahasa pasir yang selalu memaksa menjual pasir basah kepada sopir truk. Disisi lain, pengusaha penambangan pasir yang justru menuding para sopir truk yang ingin membeli pasir dalam keadaan basah. Untuk itu, persoalan ini harus kami tangani," kata Dartim kepada Banten Raya, Rabu (11/7).


Ditegaskan Dartim, bila imbauan maupun larangan menjual pasir basah tidak diindahkan para pengusaha penambangan pasir, maka pihaknya akan merekomendasikan pencabutan perizinan kepada Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Banten. "Perizinan usaha penambangan pasir saat ini dikeluarkan oleh Dinas Pertambangan dan Energi Banten. Namun, bila pengusaha pasir masih melanggar aturan menjual pasir basah, maka bukan tidak mungkin Pemkab Lebak akan merekomendasikan pencabutan izin," tegasnya.


Kepala Bidang (Kabid) Peraturan Perundang Undangan Daerah pada Dinas Satpol PP Kabupaten Lebak, Tati Suryati menambahkan, meski sudah melakukan teguran serta memasang poster larangan menjual maupun mengangkut pasir basah, pihaknya akan tetap menugaskan anggotanya berpatroli untuk pengawasan ke seluruh lokasi penambangan pasir. "Pengawasan kami sifatnya tertutup agar aktifitas penjualan dan pengangkutan pasir dimasing-masing lokasi penambangan bisa kami pantau secara diam-diam," katanya. (hudaya)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook