Pelaku Perusak Polsek Bayah Segera Disidang

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 12 Juli 2018 - 11:00:48 WIB   |  dibaca: 137 kali
Pelaku Perusak Polsek Bayah Segera Disidang

DISERAHKAN : Ditkrimsus Polda Banten menyerahkan berkas, barang bukti, dan 19 pelaku yang terlibat perusakan Mapolsek Bayah ke Kejari Lebak, kemarin.

SERANG- Ditrektorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten melimpahkan berkas, barang bukti, dan 19 tersangka kasus perusakan Mapolsek Bayah, ke Kejaksaan Negeri Lebak, Rabu (11/7). Belasan tersangka itu terdiri dari provokator perusakan, anggota LSM dan warga setempat. Setelah pemeriksaan berkas dianggap lengkap, maka dalam waktu dekat nanti mereka menjalani persidangan.


Kasubdit III Jatanras Dirkrimum Polda Banten AKBP Sofwan mengatakan pelimpahan berkas, barang bukti dan tersangka itu dilakukam agar pelaku memiliki kekuatan hukum tetap dan dapat dihukum sesuai dengan perbuatannya masing-masing.


"Kita limpahkan 19 tersangka ke kejaksaan, empat oknum LSM yang menjadi pemicu perusakan, 15 tersangka lainnya warga sekitar dan ada juga nelayan," katanya kepada Banten Raya di Mapolda Banten, Rabu (11/7).


Menurut Sofwan, dengan pelimpahan tersebut dilakukan agar memberikan efek jera kepada pelakunya. Penegakan hukum itu untuk memberikan pelajaran agar masyarakat tidak melakukan serangan serupa, baik di wilayah Lebak maupun daerah lainnnya. "Dengan harapan, adanya proses hukum ini, bagi masyarakat yang belum pernah melakukan tidak ikut-ikutan seperti mereka ini," ujarnya.


Lebih lanjut, Sofwan mengungkapkan dengan adanya tindakan tegas ini, pihaknya menginginkan para pelaku, baik masyarakat maupun oknum yang mengaku sebagai polisi tersebut tidak mengulangi perbuatannya kembali. "Bagi yang sudah tersangka tidak akan mengulangi lagi perbuatannya," ungkapnya.


Sofwan menegaskan dari 19 pelaku yang terlibat dalam pengrusakan Mapolsek Bayah, 15 tersangka yaitu TH (32), SN (39), J (20), E (50), D (35), H (36), G (40), R (32), H (33), MH (39), S (38), AH (33), M (40), YY (39), dan A (20), akan dikenakan pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pengrusakan fasilitas umum.


"Sedangkan untuk anggota LSM yang sempat melakukan penangkapan terhadap nelayan benur dan mengaku-ngaku sebagai polisi dikenakan pasal 368 jo pasal 365 karena melakukan ancaman dan pencurian dengan kekerasan," tegasnya.


Diketahui, Markas Kepolisian Sektor Bayah, Kabupaten Lebak, rusak berat setelah diamuk ratusan warga dan nelayan, Sabtu (12/5). Selain merusak kantor, massa juga membakar satu mobil pelayanan, satu unit mobil patroli, empat unit motor dinas, serta menceburkan dua motor dinas brimob ke comberan.


Hal itu dipicu oleh penangkapan Anwar, warga Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang dikenal sebagai bos benur (benih lobster) dan Gugun, seorang nelayan warga Binuang. Keduanya ditangkap saat jual beli benur sekitar jam 07.00 di Kampung Jogjogan, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah.

Warga mengatakan bahwa saat itu ada empat orang bersenjata lengkap mengaku sebagai aparat kepolisian menangkap Anwar dan Gugun. Dalam penangkapan itu, empat orang yang mengaku aparat mengambil yang Rp25 juta berikut benur yang dimasukan ke dalam minibus Toyota Avanza. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook