Kadin PB Dilarang Ngemis Proyek APBD

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 12 Juli 2018 - 11:35:37 WIB   |  dibaca: 58 kali
Kadin PB Dilarang Ngemis Proyek APBD

PENGUKUHAN : Ketua Umum Kadin Banten Paradigma Baru Iyus Yusuf Suptandar melantik pengurus Kadin Paradigma Baru Kabupaten Serang periode 2018-2023, Rabu (11/7).

SERANG – Pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Paradigma Baru (PB) Kabupaten Serang yang diketuai Ida Rosida Lutfi resmi dilantik dan dikukuhkan. Sebagai organisasi perkumpulan para pengusaha, Kadin PB diimbau agar tidak meminta-minta atau mengemis proyek yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) atau proyek APBN.


Ketua Umum Kadin Banten Iyus Yusuf Suptandar mengatakan, Kadin PB mempunyai sisi yang berbeda dengan kadin lain yang ada di Kabupaten Serang dan Provinsi Banten. “Kami bergerak di bidang UMKM (usaha mikro kecil menengah), bukan Kadin konglomerat, bukan juga Kadin penguasa besar tapi Kadinnya pengusaha kecil menengah,” kata Iyus, saat memberikan sambutan, di aula Tb Suwandi Pemkab Serang, Rabu (11/7).


Ia menjelaskan, Kadin terus bergerak membina para pengusaha kecil menengah yang ada di wilayah kabupaten/kota di Provinsi Banten, sehingga tidak benar jika Kadin tidak memiliki kegiatan. “Di Kadin itu kesannya hanya meminta proyek APBD atau proyek APBN. Untuk kadin PB harus menyingkirkan itu jauh-jauh. Kita bekerja bukan untuk meminta-minta proyek kepada pemerintah. Masih banyak sektor lain,” ujarnya.


Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa berharap, dilantiknya kepengurusan baru Kadin PB dapat mendorong pembangunan di Kabupaten Serang terutama dalam sektor ekonomi. “Pertumbuhan suatu daerah tidak ditentukan oleh besaran APBD, berapapun besaran APBD itu hanya diarahkan pada pembangunan sosial. Yang meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah sektor usaha, baik industri, perdagangan maupun jasa,” katanya.


Sementara itu, Ketua Umum Kadin Kabupaten Serang Ida Rosida Lutfi mengatakan, Kadin PB akan lebih fokus melakukan pembinaan pelaku UMKM  agar produk-produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar global. “Kami tidak akan ngemis proyek APBD, tapi kami akan bekerja sesuai kapasitas kami. Di Kadin PB ini yang bergerak di bidang konstruksi banyak, kalaupun ikut proyek APBD yang penting tidak ada aturan yang dilanggar,” tuturnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook