Naik Terus, Harga Telur Setara Daging Ayam

nurul roudhoh   |   Ekonomi  |   Kamis, 12 Juli 2018 - 11:41:19 WIB   |  dibaca: 1802 kali
Naik Terus, Harga Telur Setara Daging Ayam

MAKIN TINGGI : Deretan telur dijajakan di salah satu sudut Pasar Rau, Kota Serang, kemarin.

PANDEGLANG - Harga telur terus merangkak naik di pasar. Kenaikan bahkan berlangsung setiap hari. Salah satunya seperti yang terpantau di Pasar Badak, Kabupaten Pandeglang. "Iya, sekarang harga telur naik terus. Harganya gak beda jauh dengan harga daging ayam. Sekarang Rp29 ribu per kilogram (kg), dan daging ayam Rp 35 ribu per kilogram," keluh Tinah (38), salah seorang pengunjung Pasar Badak Pandeglang saat antre membeli telur ayam, Rabu (11/7).

Warga Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karangtanjung ini mengatakan, harga telur dan daging ayam terus naik sejak Ramadan lalu. "Naiknya sudah lama, puasa naik, lebaran Idul Fitri kemarin naik, dan sekarang harganya gak turun-turun. Pastinya sangat memberatkan saya sebagai pembeli, apalagi kalau kita beli telur dan daging ayam di eceran harganya bisa lebih mahal mencapai Rp 40 ribu per kilogram," katanya.

Yusnimar, salah seorang pedagang telur di Pasar Badak Pandeglang memperkirakan harga telur ayam akan terus meningkat karena minimnya pasokan dari agen. "Kiriman dari agennya mungkin agak kurang, makanya harga telur masih naik. Saya juga gak tahu kapan itu harganya bisa turun," ungkapnya.

Kenaikan harga telur juga terpantau di pasar Pasar Induk Rau Kota Serang. Saefullah, salah satu pedagang telur di Pasar Induk Rau mengatakan bahwa saat ini harga telur ayam mencapai Rp28 ribu sampai dengan Rp29 ribu per kg. Sebelumnya harga telur ayam hanya Rp24.000 per kg. Kenaikan ini membuat konsumen mengeluh. “Biasanya kenaikan cuma 500 sampai 1.000 per kg. Sekarang sudah sampe Rp4.000 per kg,” kata Saefullah, Rabu (11/7).

Pemilik toko Sumber Rizki ini mengatakan, berdasarkan keterangan dari peternak ayam, saat ini kondisi ayam di peternakan masih kecil karena dalam masa pergantian dari induk ayam yang sudah tua dengan ayam yang muda. Karena itu kondisi telur di perternakan sedikit sehingga menyebabkan harga telur melambung tinggi.“Katanya ayamnya lagi kosong dan diganti ayam bar. Makanya jadi langka telornya,” katanya.

Meski harga telur semakin tinggi dan banyak konsumen yang mengeluhkannya Saefullah mengaku penjualan masih sama dengan saat harga telur masih rendah. Pembeli telur di warungnya umumnya adalah pemilik warung yang membeli telur untuk dijual kembali. Karena harga telur tinggi maka di level pengecer harga per butir telur bisa mencapai Rp2.500.“Kalau kita sih mau enggak mau tetap harus beli karena enggak ada pilihan,” ujarnya seraya menambahkan dalam sehari ia bisa menjual sampai dengan 5 peti.

Saefullah mengatakan bahwa kenaikan harga telur ini sebetulnya dinilai tidak wajar oleh masyarakat karena biasanya harga telur hanya naik pada saat bulan mulud ketika perayaan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Pada perayaan maulid masyarakat di wilayah Serang dan sekitarnya biasanya akan membeli banyak telur yang akan dihias di panjang mulud. Karena itu ketika harga telur semakin naik bahkan setiap hari masyarakat bertanya-tanya.

Fakih, penjual telur lain di Pasar Induk Rau, membenarkan ada kenaikan yang terus-menerus pada harga telur. Ia mengungkapkan bahwa kenaikan ini sudah terjadi sejak setelah Hari Raya Idul Fitri. Namun dalam beberapa hari terakhir kenaikan terjadi setiap hari dengan kenaikan rata-rata Rp1.000 per hari.“Katanya produksinya sekarang sedikit makanya mahal,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa kenaikan harga telur tidak hanya terjadi pada telur ayam melainkan juga pada telur bebek bahkan telur puyuh. Harga telur ayam saat ini Rp29.000 per kg, telur bebek Rp2.800 per butir, dan telur puyuh Rp32.000 per kg. (yanadi/tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook