Bapak Dua Anak Gagahi 13 Bocah

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Kamis, 12 Juli 2018 - 11:56:11 WIB   |  dibaca: 245 kali
Bapak Dua Anak Gagahi 13 Bocah

CILEGON - AJ (35), warga Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, digelandang ke Mapolres Cilegon, Rabu (11/7) dini hari setelah ketahuan menggagahi 13 bocah perempuan berusia 4-13 tahun yang ada di lingkungan tempat ia tinggal. AJ yang dilaporkan tetangganya itu nyaris menjadi sasaran amuk massa yang kesal dengan perbuatan bejatnya tersebut.


Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prabowo mengatakan, AJ masih menjalani pemeriksaan. “Semua korban pelecahan seksual di bawah umur. Termasuk anak keduanya yang berusia tujuh tahun,” ungkap Kapolres saat ditemui Banten Raya di kantornya, kemarin.


Rizki mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan terkait kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor. Tiga belas anak perempuan yang diduga menjadi korban AJ juga menjalani visum untuk memperkuat bukti laporan. “Semua korban berasal dari lingkungannya yang merupakan tetangga pelaku,” tuturnya.


AJ sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan. Dalam menjalankan aksinya, AJ mengajak anak-anak perempuan di sekitar tempatnya tinggal untuk bermain dokter-dokteran di rumahnya. Di tengah permainan itulah AJ melampiaskan nafsu bejatnya. “Melakukan pencabulannya di rumahnya, saat siang hari. Istirnya sedang bekerja. Istrinya buruh serabutan,” jelasnya.


Perbuatan AJ dilakukan dalam empat bulan terakhir. “AJ sebenarnya mau diamuk massa, tapi untungnya ada Ketua  RW (rukun warga) yang meminta agar dilaporkan ke polisi saja,” jelasnya. AJ sendiri akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 53 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak pasal 81 dan 82. AJ terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. “Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan secara mendalam, pelaku juga sudah kami tahan,” ujarnya.


AT (47), salah satu keluarga korban mengatakan, dalam menjalankan aksinya AJ mengajak anak-anak di sekitar lingkungannya bermain. AJ berpura-pura menjadi dokter, dan mengajak anak-anak perempuan itu menjadi pasiennya. “Anak-anak di rumah digituin, terus pas pulangnya dikasih uang Rp5 ribu dan buah cerry dan disuruh tidak bilang sama siapa-siapa. Jadi anak-anak diancam,” katanya.


AT mengungkapkan, awalnya korban pelecahan takut melapor ke orangtuanya lantaran diancam AJ. Untungnya, Selasa (10/7) ada anak yang menjadi korban memberanikan diri bercerita kepada orang tuanya. Saat malam hari, orang tua korban mendatangi rumah pelaku bersama orang tua korban yang lain. “Si anak yang jadi korban ditanya pada nangis semua.

Pas malam itu ada sembilan anak yang mengaku jadi korban pelecehan seksual ini. Setelah dibawa ke polisi ternyata korbannya bertambah jadi 13 bocah,” katanya yang menuntut pelaku dihukum seberat-beratnya agar kejadian tidak terulang di kemudian hari. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook