Dewan Pertanyakan Standar Pelayanan RS Kurnia

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 13 Juli 2018 - 11:21:40 WIB   |  dibaca: 56 kali
Dewan Pertanyakan Standar Pelayanan RS Kurnia

MEDIASI TAHAP II : Sekretaris Komisi II Sarif Ridwan memimpin mediasi tahap II RS Kurnia di Aula DPRD Kota Cilegon.

Meski persoalan antara oknum dokter RS Kurnia dengan salah satu pasien yang mengalami perbuatan tidak menyenangkan telah selesai dengan pengunduran diri dokter tersebut. Namun, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon, terutama Komisi II tetap akan mendatangi Rumah Sakit (RS) Kurnia untuk melihat setandar pelayanan kesehatan yang diberikan kepada warga Kota Cilegon, terutama bagi warga miskin.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Cilegon, Sarif Ridwan mengatakan, dengan peristiwa yang telah terjadi DPRD Kota Cilegon akan mendatangi pihak RS Kurnia untuk mempertanyakan beberapa hal, diantaranya mengklarifikasi standar pelayanan, mengecek surat-surat perizinan dan menanyakan masalah limbah rumah sakit.

 "Kami sudah komunikasi dengan unsur pimpinan. Schedule (Jadwal-red) sudah ada ada dan akan disesuaikan untuk mendatangi RS Kurnia dan mempertanyakan beberapa hal," katanya kepada Banten Raya usai memimpin mediasi kedua RS Kurnia di Aula DPRD Kota Cilegon, Kamis (12/7).


Sarif menjelaskan, persoalan kpelayanan kesehatan adalah persoalan yang erat dengan peroalan kemanusiaan. Diharapkan bukan saja RS Kurnia. Namun, seluruh RS bisa memberikan pelanan yang terbaik, terutama kepada warga yang membutuhkan. "Kepada para pengusaha dalam bidang kesehatan kami harap jangan pernah menyia-nyiakan pelayanan. Terima dan berikan pelayanan yang terbaik, khususnya kepada warga miskin," jelasnya.


Sementara itu, Sekretrais Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Hana Johan mengungkapkan, bentuk pelayanan kesehatan yang kurang maksimal bukan hanya dilakukan oleh RS Kurnia, hampir seluruh tempat pelayanan kesehatan masih dikeluhkan warga terutama dalam hal sikap dan etika para perawat dan dokter.

Khusus untuk RS Kurnia Dinas Kesehatan akan memperikan pembinaan secara khusus kepada seluruh dokter dan perawat, sehinga dalam melakukan pelayanan bisa lebih bersabar dan bisa bersikap dengan lebih santun. "Secara khusus kami akan bina. Ini menjadi tugas kami untuk melakukan pembinaan kepada perawat dan dokter," ungkapnya.


Direktur RS Kurnia, Tb Edi Kusnadi menyatakan, enggan berkomentar persoalan akan dikunjungi oleh DPRD Kota Cilegon. Pihak RS Kurnia hanya akan melakukan evaluasi dalam segala bidang yang ada di RS Kurnia, baik dari sisi manajemen maupun dari sisi pelayanan yang selama ini diberikan kepada warga.

"Tentu kami akan membenahi semua aspek yang ada di RS Kurnia, terutama persoalan etika para pegawai yang ada di RS Kurnia. Persolan etika ini persoalan agama. Kehadiran RS Kurnia di Kota Cilegon adalah untuk membantu warga Kota Cilegon dalam hal bidang kesehatan," ucapnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook