Butuh Waktu Panjang Pulihkan Korban

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 13 Juli 2018 - 11:33:06 WIB   |  dibaca: 62 kali
Butuh Waktu Panjang Pulihkan Korban

CILEGON - Sebanyak 12 dari 13 korban pelecehan seksual yang dilakukan AJ, warga Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon sedang menjalani pemulihan mental oleh Pusat Pelayanan dan Perlindungan Keluarga Cilegon (P3KC). Namun, untuk bisa mengembalikan kepercayaan anak-anak korban pelecehan seksual tersebut butuh waktu berbulan-bulan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon Heni Anita Susial mengatakan, saat ini 12 anak perempuan korban pencabulan dari AJ sedang menjalani pemulihat mental di P3KC, lembaga di bawah DP3AKB Cilegon yang mengurus terkait pemulihan psikologis korban pelecehan seksual. Satu korban lagi, anak dari pelaku tersebut yang turut menjadi korban pelecehan seksual masih belum diketahui keberadaanya.


"Untuk pemulihan sendiri butuh waktu berbulan-bulan. Idealnya tiga bulan, tapi ada yang pemulihannya bisa cepat ada yang lambat, masing-masing anak berbeda-beda karakternya," kata Heni kepada Banten Raya, Kamis (12/7).


Dijelaskan Heni, P3KC akan terus mendampingi korban pelecehan seksual yang dilakukan AJ. Pihaknya telah melakukan visum terhadap tujuh korban. Lima korban lagi akan dilakukan visum hari ini. "Tapi, hasil visum baru diketahui sekitar tiga hari. Nanti di situ diketahui apa saja luka yang dialami korban pelecehan seksual tersebut," jelasnya.


Menurut Heni, pihaknya juga melakukan pendampingan saat korban dimintai keterangan di Polres Cilegon, saat visum di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM), dan nanti sampai saat sidang di pengadilan akan terus didampingi tim dari P3KC. Psikolog P3KC juga melayani konseling secara gratis bagi korban pelecehan seksual secara berkala.

"Tim P3KC memulihkan psikologis dengan mengajak anak-anak bermain, bernyanyi dan yang lain-lain, sampai si anak tidak trauma lagi. Faktor keluarga juga memengaruhi cepat atau lambatnya pemulihan psikologis," tuturnya.


Dalam hal ini, Heni meminta kepada orang tua yang memunyai anak balita terutama perempuan untuk diawasi terhadap perilaku tetangga yang terlihat aneh. Kejahatan seksual terhadap balita mengintai setiap saat. "Anak juga sebaiknya diberi pengarahan, bahwa ada bagian-bagian tubuh yang dilarang disentuh oleh orang. Ketika bagian-bagian sensitif disentuh orang diminta untuk melapor ke orang tua," pintanya.

Heni mengakui, jika kejadian pencabulan terhadap 13 anak merupakan yang terbesar selama ini. "Kami berharap tidak ada AJ AJ berikutnya, agar tidak ada korban pelecehan seksual berikutnya," harapnya.

Pelaku pencabulan, AJ mengaku melakukan hal tersebut lantaran tertarik dengan tubuh anak kecil. AJ mengaku menyukai anak kecil sejak usianya 20 tahun. "Anak juga saya gituin. Anak-anak saya periksa saya jadi dokternya, saya suruh tengkurap saya periksa tidur, sekitar paha. Yang saya lakuin ke alat vital baru empat anak. Yang lain baru cium-cium doang," akunya.


Tetangga AJ, SY (37) mengatakan, AJ memang dari dulu suka mengintip wanita mandi wanita tidur di kamar. Orangnya memang pendiam. Namun, jika dimintai bantuan untuk membantu tetangganya bekerja AJ cukup giat. "Kelakukan seperti itu tidak ada yang tahu, ibu-ibu sering lihat ngintip-ngintipnya, sebenarnya mau lapor ke istrinya takut istrinya malu," tutur SY ditemui di halaman rumah AJ.Saat ini, anggota keluarga AJ sudah tidak ada yang di rumah. "Semenjak malam pas AJ didatangi warga istrinya juga langsung pergi gak tau kemana," ucapnya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook