Dana Kampanye Vera Paling Kecil

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 13 Juli 2018 - 11:59:00 WIB   |  dibaca: 124 kali
Dana Kampanye Vera Paling Kecil

HASIL AUDIT : Komisioner KPU Kota Serang menerima hasil audit dana kampanye yang dilakukan pihak akuntan publik, kemarin.

SERANG- Kantor akuntan publik telah memeriksa dana kampanye yang didapatkan dan digunakan oleh pasangan calon saat Pilkada Kota Serang 2018. Hasilnya pasangan calon nomor 1 Vera Nurlaela dan Nurhasan memiliki dana kampanye paling kecil. Sementara yang paling besar adalah pasangan calon nomor 3 Syafrudin Subadri Usuludin.

Divisi Hukum KPU Kota Serang Durotul Bahiyah mengungkapkan bahwa paslon Vera-Nurhasan memiliki dana kampanye sebesar Rp 1.178.000.000. Jumlah pengeluaran dana kampanye selama masa kampanye sama dengan jumlah pemasukan. Paslon nomor 2 Samsul Hidayat dan Rohman berhasil mengumpulkan dana Rp 1.485.150.000.

Sementara pengeluaran mereka adalah Rp 1.483.625.033. Pasangan ini memiliki sisa dana sebesar Rp 1.524.967 yang kemudian masuk ke kas daerah. Dana kampanye paling besar adalah milik pasangan calon Syafrudin-Subadri Usuludin sebesar Rp 1.675.475.000 dengan jumlah pengeluaran yang sama.


“Walau pun ada yang paling banyak dana kampanyenya tapi selisihnya sedikit,” ujar Duroh usai usai penyerahan dana kampanye kepada masing-masing pasangan calon, Kamis (12/7).
Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari pasangan calon nomor 2 dan 3. Sementara perwakilan dari paslon 1 tidak hadir.


 Duroh mengungkapkan bahwa dana kampanye yang sudah disetorkan sudah diaudit oleh 3 kantor akuntan publik. Ketiganya adalah KAP Panata, KAP Roni Budianto, dan KAP Haryono Juwono Asmoro. Yang dilihat oleh KAP adalah penyumbang dan penggunaan dana kampanye tersebut apakah sudah sesuai dengan peraturan KPU nomor 5 atau tidak.“Kalau enggak sesuai ada sanskinya,” katanya seraya menambahkan bahwa sejauh ini tidak ada temuan berarti dalam proses audit dana kampanye tersebut.

Duroh mengungkapkan bahwa dalam peraturan KPU disebutkan bahwa untuk per orangan sumbangan dana kampanye paling banyak Rp 75 juta. Sementara kelompok, badan usaha, atau parpol maksimal menyumbang Rp 750 juta. Sementara untuk pasangan calon tidak dibatasi jumlah maksimal sumbangan. Yang dibatasi adalah penggunaannya. “Batas penggunaan dana kampanye Rp 16 miliar,” ujar Duroh.

Duroh mengatakan bahwa bila ditemukan adalah kesalahan hasil tersebut tidak akan menyebabkan pasangan calon didiskualifikasi. Diskualifikasi hanya berlaku pada paslon yang tidak menyerahkan rekening dana kampanye pada 24 Juni 2018 melewati pukul 18.00.

Namun saat itu semua paslon menyerahkannya tepat waktu dan tidak melewati batas, sehingga tidak ada yang didiskualifikasi. Hasil audit pendapatan dan penggunaan dana kampanye ini akan diumumkan di website milik KPU Kota Serang pada Jumat (13/7).

Komisioner Panwaslu Kota Serang Faridi mengatakan bahwa sepanjang pengamatan dan pengawasan yang dilakukan, ketiga pasangan calon telah sesuai dalam mengelola dana kampanye, baik dari sisi penerimaan maupun pengeluaran.“Dari sisi ketaatan dan kepatutan semuanya sudah sesuai,” katanya.

Faridi melihat tidak ada pula perorangan maupun lembaga yang menyumbang dana kampanye melebihi ketentuan. Karena itu ia mengamini hasil audit yang dilakukan kantor akuntan publik dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).  Ia mengatakan dana kampanye bisa terlihat tidak mungkin dalam kaca mata publik karena ada sejumlah anggaran yang tidak dimasukkan ke dalam dana kampanye. Salah satunya adalah honor tim sukses. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

Jakasempu
13 Juli 2018 - 22:16:40 WIB

Alhamdulillah hasil audit dana kampanye pasangan calon walikota Serang di pilkada 2018 semuanya semuanya sudah sesuai, dan proses pilkada nya lancar. Sekarang tinggal kita dukung pasangan calon yang menang untuk memimpin kota Serang, supaya kota Serang lebih maju lagi, amiinn.

  • 1

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook