Sehari, GAK Meletus 99 Kali

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 13 Juli 2018 - 15:24:34 WIB   |  dibaca: 268 kali
Sehari, GAK Meletus 99 Kali

TAK BERBAHAYA : Erupsi di Gunung Anak Krakatau, Rabu (11/7) lalu.

PANDEGLANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten memastikan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terjadi pada Selasa-Rabu (10-11/7) tidak berbahaya. Peristiwa itu juga tak membahayakan jalur penerbangan dan pelayaran selama ada di luar radius satu kilometer dari puncak kawah.


Kepala BPBD Provinsi Banten Sumawijaya mengungkapkan, dari hasil koordinasi dengan Badan Meterologi, Kimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), erupsi GAK terjadi sejak Selasa (10/7). Letusan sendiri terjadi sebanyak 56 hingga 99 kali. “Ya betul, barusan BMKG dan BNPB koordinasi dengan kita. Pada Selasa terjadi 99 kali letusan dan Rabu (11/7) ada 56 kali letusan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (12/7).


Ia menjelaskan, meski terjadi aktivitas vulkanik namun status GAK masih tetap sama seperti peristiwa serupa terjadi pada 18 Juni 2018, yaitu berstatus waspada. Dalam status ini, aktivitas vulkanik di atas normal sehingga letusan bisa terjadi kapan saja. Meski demikian, dalam kasus GAK hal itu tidak masuk dalam kategori membahayakan.


Letusan juga tidak membahayakan penerbangan pesawat, jalur pelayaran di Selat Sunda pun tetap aman. Bagi aktivitas masyarakat, letusan juga tidak berbahaya selama berada di luar radius satu kilometer dari puncak kawah.  “Yang penting masyarakat mematuhi rekomendasi tidak melakukan aktivitas di dalam radius satu kilometer dari puncak kawah,” katanya.


Terkait dengan potensi tsunami, Sumawijaya juga memastikan hingga saat ini hal itu belum nampak. Sebab, erupsi GAK tidak diawali dengan gempa dengan kekuatan minimal 6,5 skala richter (SR). “Kalau tidak ada gempa tidak akan ada tsunami. Kalaupun ada gempa tetapi kekuatannya di bawah 6,5 SR juga tidak berpotensi tsunami,” ungkapnya.


Meski demikian, pihaknya tetap meminta kepada masyarakat di sekitar GAK seperti di Kecamatan Panimbang, Sumur dan Labuan, Kabupaten Pandeglang untuk tetap waspada. Kalau pun dirasa perlu penanganan seperti evakuasi, pihaknya sudah menyiapkan logistik dan personel. “Kalau pun harus ada tindakan pengamanan, BPBD siap melakukan evakuasi masyarakat dari daerah yang terdampak ke daerah yang aman. Kemudian membangun posko penampungan, posko kesehatan, dapur umum. Dan lainnya,” tuturnya.


Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Klas I Serang Tarjono membenarkan, saat ini aktivitas vulkanik GAK tidak membahayakan karena radius terdampak masih tergolong rendah. “Dianggap masih dalam radius rendah dari trek penerbangan. BMKG akan memberikan info jika ada semburan debu vulkanik, tinggi dan arah pergerakannya, untuk menunjang keamanan dan keselamatan dunia penerbangan,” ujarnya.


Sementara itu, letusan GAK terasa sampai ke wilayah Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Camat Carita Suntama mengatakan, letusan GAK membuat rumah warga bergetar. "Masyarakat disini banyak yang pergi ke pantai untuk melihat. Peristiwa itu sudah biasa, seperti bulan-bulan kemarin juga sama. Ada pun getaran gunung itu terasa, memang sangat terasa. Jendela juga ikut bergetar," katanya. (dewa/yanadi)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook