Butuh Solusi Dari Pemerintah Pusat

nurul roudhoh   |   Ekonomi  |   Sabtu, 14 Juli 2018 - 11:51:08 WIB   |  dibaca: 3117 kali
Butuh Solusi Dari Pemerintah Pusat

BELUM MAU TURUN : Pembeli tengah memilih telur di salah satu ruko, di Pasar Induk Rau, Kota Serang, Kamis (12/7).

SERANG - Masalah kenaikan harga telur di pasaran tidak hanya dialami oleh Kota Serang atau Provinsi Banten secara umum melainkan merupakan masalah nasional. Penyebab kenaikan ini diduga dari naiknya harga dollar Amerika.


Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Serang Siswati mengungkapkan bahwa dari informasi yang didapatkannya dari media massa bahwa masalah kenaikan harga telur merupakan masalah nasional yang terjadi merata di daerah-daerah di Indonesia. Penyebabnya tentu saja bukan karena masalah lokal di Banten melainkan masalah nasional.

Berdasarkan informasi tersebut penyebab kenaikan harga telur disebabkan karena harga dollar Amerika yang semakin menguat sementara rupiah semakin melemah. Karena sebagian besar bahan baku pembuatan pakan ternak didatangkan dari luar negeri maka untuk membelinya dibutuhkan biaya yang lebih besar sehingga menyebabkan harga telur di pasaran menjadi naik.


“Pakan ternak kan masih banyak yang impor. Nah, dengan naiknya nilai Dollar otomatis meningkatkan ongkos pakan dan menambah ongkos produksi. Akhirnya harga telur jadi ikut naik,” ujar Siswati, Jumat (13/7).


Argumentasi penyebab kenaikan harga telur akibat dollar Amerika semakin diperkuat berdasarkan keterangan dari salah satu peternak yang ada di Kota Serang yang mengungkapkan kepadanya bahwa produksi telur di peternakan miliknya saat ini masih stabil. Artinya tidak ada penurunan produksi yang kemudian memicu kenaikan harga."Jumlah peternakan di Kota Serang juga masih sama yaitu 9 peternakan," katanya.


Karena itu penyebab kenaikan harga telur bisa dipastikan akibat Dollar Amerika yang semakin menguat terhadap rupiah. Karena merupakan masalah nasional maka solusinya pun harus dibuat oleh pemerintah pusat dalam hal ini kementerian terkait atau bahkan presiden. “Ini solusinya tingkat tinggi atau pusat karena merupakan masalah nasional,” tuturnya.


Sementara Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Akhmad Benbela memprediksi bahwa kenaikan harga telur selain karena dollar yang menguat juga bisa jadi karena biaya transportasi yang semakin mahal. Dengan adanya keputusan menaikkan harga bahan bakar minyak oleh pemerintah beberapa hari yang lalu membuat biaya angkutan menjadi lebih mahal dari sebelumnya.


Benbela mengungkapkan bahwa sebetulnya pemerintah pusat telah menetapkan harga eceran tertinggi sejumlah bahan pokok termasuk telur. Harga eceran tertinggi ditetapkan sebelum Ramadan lalu. Hanya saja di lapangan banyak pedagang yang tidak menaati harga eceran tertinggi ini.

Mereka beralasan untuk pasar tradisional seperti Pasar Induk Rau pembeli seringkali melakukan tawar-menawar terhadap harga sehingga pedagang dengan sengaja menaikkan sedikit harga.

Dengan kenaikan ini diharapkan saat ada titik temu harga yang disepakati maka pedagang tidak merugi karena masih dalam batas harga eceran tertinggi.“Itulah seninya dagang di pasar,” katanya.Benbela juga menilai harga telur saat ini di Kota Serang masih relatif terjangkau dan wajar bila dibandingkan daerah lain yang harganya bisa mencapai Rp35.000 per kg. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook