Furtasan dan Deviana Dipecat

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 19 Juli 2018 - 12:02:39 WIB   |  dibaca: 589 kali
Furtasan dan Deviana Dipecat

BUKTI BARU : Dedy Yulfris (kiri) dan Nirwamudin, tim kuasa hukum paslon Vera-Nurhasan saat konfrensi pers tentang adanya bukti baru kecurangan pilkada, Rabu (18/7).

SERANG- Partai Hanura Kota Serang secara resmi memberhentikan (memecat) atau melakukan pergantian antar waktu (PAW) dua anggota DPRD Kota Serang yang pada pileg 2014 lalu mencalonkan diri dari Partai Hanura. Keduanya adalah Furtasan Ali Yusuf dan Deviana Idris.


PAW dua anggota DPRD Kota Serang tersebut disampaikan Ketua DPC Partai Hanura Kota Serang saat menggelar konfrensi pers di sekretariat DPC Partai Hanura Kota Serang, di Kompleks KPPN Ciceri, Kota Serang, Rabu (18/7).


Baijuri mengungkapkan bahwa posisi Furtasan digantikan oleh Lia Arifin sedagkan posisi Deviana Idris digantikan oleh Yayah Rohayati. Pada pileg 2014 lalu Lia Arifin berhasil mengumpulkan 1.600 suara, sedangkan Yayah Rohayati mengumpulkan 1.554 suara. Pengajuan PAW ini sudah berlangsung sejak Februari lalu dan ditarget selesai pada Agustus mendatang.“Namun kami belum menyampaikan tembusannya ke KPU Kota Serang,” ujarnya.


Menurut Baijuri, dalam pemilu 2019 nanti Furtasan mencalonkan diri sebagai bakal calon anggota legislatif, namun dari partai lain. Meski demikian sampai saat ini Furtasan belum mengajukan surat pengunduran diri kepada Hanura. Padahal, salah satu syarat calon yang harus dipenuhi adalah pengunduran diri dari partai lama, dan adanya kartu anggota di partai baru.


"Kami belum rnendapatkan surat pengajuan pengunduran diri. Karena itu kami melayangkan surat teguran kepada Furtasan dan Deviana dengan tembusan ke DPP Hanura, KPU, dan seluruh pihak lainnya," ujarnya.


Baijuri mengungkapkan bahwa Partai Hanura optimistis dapat meningkatkan perolehan kursi pada pemilu 2019. Optimisme itu bukan tanpa alasan. Sebab saat ini bacaleg yang ada banyak yang berasal dari lurah atau mantan lurah.

Dengan latar belakang sebagai lurah yang sudah membina masyarakat selama kepemimpinan mereka, maka Baijuri yakin para lurah ini dapat mengumpulkan suara banyak. "Hampir seluruh dapil ada lurahnya. Saya sebagai pimpinan jelas optimis," ujar Baijuri.


Baijuri mencontohkan, untuk dapil Curug-Walantaka tercatat ada tiga lurah yang menjadi bacaleg, dapil Taktakan ada empat lurah yang jadi bacaleg, dan dapil Kasemen ada satu orang lurah yang jadi bacaleg. "Minimal suara 500 sudah di tangan," kata Baijuri optimis.


Sementara itu Lia Arifin mengatakan bahwa sebagai kader ia akan siap sedia menjalankan instruksi partai serta menjalankan program partai yang telah ditetapkan. Bahkan bila kemudian ia ditugaskan menggantikan anggota DPRD Kota Serang yang diberhentikan meski masa jabatannya hanya tinggal sebentar. "Saya akan ikuti arahan partai untuk di DPRD Kota Serang nanti," tuturnya.


Furtasan Ali Yusuf yang dimintai komentar tentang PAW dirinya hanya tertawa ngakak. Ia mengatakan bahwa dalam pemilu 2019 nanti mencalonkan diri sebagai bacaleg tingkat Provinsi Banten dengan menggunakan Partai Nasdem. Dengan demikian maka secara langsung atau tidak ia mengundurkan diri dari partainya yang lama. “Dengan proses pencalegan saya, maka saya sudah mundur,” katanya.


Ia pun mengaku tidak akan protes bila diberhentikan dari anggota DPRD Kota Serang karena sudah konsekuensi bagi siapa pun yang akan mencalonkan diri mundur dari jabatan di legislaltif. Alasan ia berpindah ke Nasdem karena ia sangat tidak suka dengan partai yang berkonflik di dalam. Seperti partainya yang dulu yaitu Partai Bintang Reformasi (PBR). PBR kini hilang juga disebabkan karena adanya konflik internal. Sementara hingga berita ini ditulis Deviana Idris belum dapat dikonfirmasi. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook