Awas Pelaku Hipnotis Modus Jual Barang Elektronik

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 06 Agustus 2018 - 12:58:53 WIB   |  dibaca: 387 kali
Awas Pelaku Hipnotis Modus Jual Barang Elektronik

DIAMANKAN : Terduga komplotan pelaku hipnotis diamankan warga Kampung Wakaf Tembong, kemarin.

SERANG- Sulastri warga RT02/02, Kampung Wakaf Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang menjadi korban pelaku tindak kejahatan penipuan, dengan modus berjualan barang elektronik dan keperluan rumah tangga. Pelaku menghipnotis korban sebelum membawa kabur harta bendanya.

Ketua RT 02 Mustofa membenarkan adanya aksi penipuan atau pelaku hipnotis berkedok sales barang elektronik dan alat rumah tangga yang terjadi di wilayahnya. Pelaku menawarkan produk dengan harga yang murah dan diskon tinggi, sebelum menguras hartanya. "Mereka komplotan, ada dua sales perempuan tugasnya mendatangi rumah korban dan dua pria menunggu di dalam mobil," katanya kepada Banten Raya, kemarin.


Menurut Mustofa, terungkapnya dugaan kasus hipnotis tersebut berawal saat warganya, Sulastri, ditawari barang elektronik dengan harga murah dan potongan diskon yang menggiurkan oleh dua orang sales perempuan."Tapi anehnya, sales ini meminta jaminan uang dan emas warga saya. Alasannya untuk jaminan kepada bosnya," ujarnya.
 

Lebih lanjut, Mustofa menambahkan korban tidak menyadari jika telah menjadi korban penipuan. Korban tanpa curiga menyerahkan emas dan uang kepada kedua sales tersebut.
"Setelah emas dan uang dibawa pelaku, kakak korban curiga dan menanyakan emas milik adiknya.

Setelah tau menjadi korban penipuan, kakak korban langsung mengejar dan berhasil menangkap komplotan pelaku hipnotis," jelas Mustofa seraya mengungkapkan, warga yang kesal dengan perbuatan pelaku sempat menghakiminya, sebelum diamankan oleh bhabinkamtibmas.
 

Kanit Reskrim Polsek Cipocok Jaya Iptu Tatang S mengaku tidak menerima adanya laporan penangkapan pelaku hipnotis yang ditangkap oleh warga Kampung Wakaf Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya."Saya memang mendengar, tapi sampai sekarang tidak ada laporan atau pelaku yang dibawa ke sini," katanya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook