Bupati Serang Cari Ikan di Sungai Cidanau

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Senin, 06 Agustus 2018 - 14:21:43 WIB   |  dibaca: 172 kali
Bupati Serang Cari Ikan di Sungai Cidanau

MERIAH : Bupati Serang Rt Tatu Chasanah bersama warga mencari ikan di bantaran Sungai Cidanau, Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Minggu (5/8).

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menggelar acara Ngagurah Dano sebagai bagian dari rangkaian Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF) tahun 2018. Ribuan orang memadati lokasi Ngagurah Dano yang digelar di bantaran Sungai Cidanau sepanjang 5 kilometer tersebut. Acara ini pertama kali dilakukan di event AKCF. Usai membuka acara, Bupati Serang Rt Tatu Chasanah bersama warga langsung turun ke sungai untuk mencari ikan.


Dalam acara itu, ribuan warga disekitar Sungai Cidanau lebih awal turun ke muara sungai yaitu di Cipanas pada pukul 07.00 WIB yang kemudian mereka menuju titik finis di tambakan dekat jembatan Ciraab. Selain itu, panita juga menyiapkan hadiah sebesar Rp5 juta untuk warga yang mendapatkan ikan terbanyak. Untuk jenis ikan yang dicari yaitu ikan nilem, paitan, tawes, gabus, nila, dan ikan emas.


Adapun lomba Ngagurah Dano tersebut untuk juara I dimenangkan oleh tim Umbul Kawung dengan perolehan ikan seberat 8,1 kilogram, juara II dimenangkan oleh tim Alul Bugel dengan perolehan ikan seberat 7,2 kilogram, dan jura III dimenangkan oleh tim Aep Bolang dengan perolehan ikan seberat 7,1 kilogram.


Bupati Serang Rt Tatu Chasanah mengatakan, kegiatan Ngagurah Dano merupakan kegiatan rutin yang sudah dilakukan masyarakat di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Cinangka, Mancak, Padarincang, dan Ciomas yang secara turun temurun. “Kegiatan Ngagurah Dano ini merupakan kearifan lokal masyarakat di sini. Mulai tahun ini Ngagurah Dano kita masukan dalam rangkaian AKCF,” kata Tatu, Minggu (5/8).


Dengan dimasukannya Ngagurah Dano ke dalam rangakian AKCF, diharapkan dapat menggerakan roda ekonomi masyarakat yang berada di sekitar Rawa Danau. Kemudian ke depan Ngagurah Dano dapat dihadiri oleh wasatawan dari luar Provinsi Banten, bahkan wisatawan mancanegara. “Saat ini baru bisa dihadiri oleh masyarakat Kabupaten Serang karena baru masuk AKCF,” ujarnya.


Tatu mengaku, pihaknya akan memperbaiki sarana dan prasana serta infrastruktur yang ada di sekitar Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka yang menjadi lokasi acara Ngagurah Dano, untuk mendukung kegiatan tersebut pada tahun-tahun berikutnya. “Syarat kehadiran wisatawan pasti menginginkan kenyamanan, seperti kebersihan, keramahan warga di sini dan yang lainnya,” tuturnya.


Ia menilai, acara Ngagurah Dano saat efektif untuk membangun dan menjaga kebersamaan masyarakat yang berada di daerah langganan banjir tersebut. “Acaranya bagus, cuman ikannya di sini (di bawah jembaatan Ciraab-red) enggak ada. Enggak tahu kalau di sana (muara-red), tadi (kemarin-red) pada turun enggak dapat ikannya. Cuman dapat dinginnya,” katanya.


Sementara itu, Kepada Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka Ojat Darojat berharap, dengan dimasukannya tradisi Ngagurah Dano ke agenda AKCF, tradisi tersebut dapat dikenal masyarakat lebih luas lagi. “Ngagurah Dano ini digelar setiap tahun saat puncak musim kemarau paska panen raya. Alat tangkap yang digunakan ala-alat sederhana, seperti sambet, sair, jala, dan lain-lain. Estimasi yang hadir pada hari ini (kemarin -red)15 ribu orang,” ujarnya.


Selain itu, Ojat juga berharap, Pemkab Serang bisa menaburkan benih ikan di sepanjang bantaran Sungai Cidanau untuk ditangkap pada acara Ngagurah Dano tahun berikutnya. “Tentunya yang paling penting perbaikan sarana dan prasarana untuk mendukung desa wisata di sini, kaitannya dengan memberikan kenyamanan kepada para wisatawan yang datang ke sini,” tuturnya.


Sohari, salah seorang warga Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang mengaku senang dengan adanya kegiatan Ngagurah Dano tersebut, terlebih kegiatan tersebut digelar oleh Pemkab Serang. “Senang, karena daerah kami menjadi lebih rame. Kalau kita sudah sering, belum lama ini juga kita Ngagurah Dano. Cuma orangnya enggak sebanyak ini. Saya bawa peralatannya, cuman enggak turun karena ikannya lagi enggak ada,” katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook