BPOM Sita Kosmetik Ilegal Rp41,5 miliar

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Rabu, 08 Agustus 2018 - 16:00:07 WIB   |  dibaca: 992 kali
BPOM Sita Kosmetik Ilegal Rp41,5 miliar

WASPADA : BPOM Menunjukkan barang bukti obat dan kosmetik ilegal dari tiga gudang di Balaraja, Kabupaten Tangerang yang ditaksir mencapai Rp41 miliar, kemarin.

SERANG - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) membongkar tiga gudang penyimpanan berbagai produk kosmetik dan obat tradisional ilegal maupun kadaluarsa di Kawasan Pergudangan Surya Balaraja, Kabupaten Tangerang yang nilainya ditaksir mencapai Rp41,5 miliar. Kosmetik dan obat ilegal itu sudah tersebar di wilayah Indonesia.


Berdasarkan data yang diperoleh Banten Raya, dari tiga gudang itu, petugas mengamankan 3.830 tong bahan baku berupa bahan dasar krim kosmetik, ribuan item produk kosmetik ilegal dan kadaluarsa, ribuan item jenis obat tradisional ilegal dan mengandung bahan kimia obat, serta 148 rol bahan kemasan primer kosmetik.


Sedangkan produk kosmetik dan obat yang diamankan antaranya Temulawak Two Way Cake, New Pepaya Whitening Soap, Collagen Plus, NYX Pensil Alis, MAC Pensil Alis, Revlon Pensil Alis, Pi Kang Shuang, Flucinamide Ointment, dan Ginseng Royal Jelly dan lainnya.


Plh Kepala BPOM RI Hendri Siswandi mengatakan, pengungkapan tiga gudang penyimpanan kosmetik dan obat tradisional itu merupakan hasil pengembangan dari temuan kosmetik ilegal di Kawasan Kapuk Muara, Jakarta Utara dan pengungkapan gudang penyimpanan kosmetik dan obat tradisional ini merupakan pengungkapan terbesar dengan nilai keekonomian mencapai Rp41,5 Miliar.


"Produk yang ditemukan sekarang ini memiliki beberapa kesamaan dengan temuan di kapuk muara. Dari tiga gudang ini, jika dirupiahkan memiliki nilai ekonomi mencapai lebih dari Rp41,5 miliar," katanya kepada Banten Raya di Kantor BPOM Serang, Selasa (7/8).


Menurut Hendri, dari dalam gudang, selain mengamankan kosmetik dan obat tradisional, petugas mengamankan dua orang diduga penanggung jawab gudang tersebut. Selanjutnya, kedua orang itu dibawa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Masih kita lakukan pemeriksaan, untuk saat ini keduanya statusnya masih sebagai saksi. Kita masih mencari aktor intelektualnya," ujarnya.


Lebih lanjut, Hendri mengungkapkan, kosmetik dan obal ilegal yang diamankan sudah beredar hampir diseluruh wilayah Indonesia. Sebab, dari laporan BPOM di seluruh wilayah, obat dan kosmetik ilegal itu banyak ditemukan di pasar tradisional, salon kecantikan.


"BPOM tak pernah henti-hentinya meminta kepada seluruh pelaku usaha untuk mematuhi segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Dengan adanya laporan peredaran kosmetik dan obat ilegal di wilayah Indonesia ini, menunjukan tingginya permintaan dari masyarakat terhadap produk kosmetik," ungkapnya.


Untuk itu, Hendri meminta masyarakat untuk memilih produk kosmetik dan obat lebih teliti dan berhati-hati, tidak tergiur dengan iklan-iklan yang menyesatkan atau harga yang tidak wajar. Jangan membeli produk yang tidk memiliki ijin edar dan nomor notifikasi. "Harga kosmetik dan obat ini memang murah, tapi berbahaya bisa menyebabkan kanker jika sering digunakan," pintanya.


Hendri menegaskan kepada pemilik barang-barang ilegal dan berbahaya akan dikenakan pasal 196 dan 197 undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1,5 miliar. Serta pasal 62 undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman 5 tahun penjara, denda Rp2 miliar.


"Kami terus melakukan penelusuran terhadap temuan ini untuk mengungkap siapa pelaku utama kejahatan ini. Kami juga akan bekerja sama dengan penegak hukum untuk memastikan pelaku kejahatan ini mendapatkan hukuman maksimal," katanya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook