WH Janji Bantu Honorer K1

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:14:33 WIB   |  dibaca: 681 kali
WH Janji Bantu Honorer K1

ISTIGHOSAH : Ratusan tenaga honorer kategori 1 (K1) di lingkungan pemprov Banten melakukan istighosah di Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (6/8).

SERANG- Gubernur Banten Wahidin Halim siap membantu mengakomodasi honorer kategori 1 (K1) di lingkungan Pemprov Banten untuk menjadi calon aparatur sipil negara (CASN). Orang nomor satu di Banten itu pun siap untuk menandatangani surat pertanggungjawaban multak (SPTJM) terkait keberadaan mereka.

“Tanda tangan sini cepatan, susah amat memang apa masalahnya. Kalau syaratnya cuma SPTJM kita siap kok, enggak ada masalah,” ujarnya kepada wartawan di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (13/8).


Pria yang akrab disapa WH justru mempertanyakan mengapa dirinya harus kembali mengirim SPTJM  karena pada 2017 sudah melakukannya. Dia mengaku tak pernah mendapat kejelasan mengenai SPTJM yang dikirim tahun lalu, namun sekarang dimintai kembali.


“SPTJM dulu sudah pernah, K1 itu sudah. Salah bagaimana? Salah dia (kementerian pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasii) kenapa enggak dianggarkan, enggak diangkat. Persoalannya apa? Kalau dulu bilang salah saya buat lagi. Dulu alasannya belum ada dana,” katanya.


Terkait pengangkatan honorer K1, WH malah mendapat keteragan bahwa seluruh honorer kini harus melalui tahapan tes terlebih dahulu. “Sekarang saya tanya lagi soal penerimaan yang baru, tetap melalui tes. Mulai assessment (penilaian). Yang lama tetap harus ikut, itu doang,” ungkapnya.


Ketua Forum Honorer K1 Pemprov Banten M Ridwan mengatakan, pemerintah pusat sudah bersikap tak adil terhadap mereka. Sebab, dari jumlah total honorer K1 di Pemprov Banten sebanyak 781 orang, hanya 422 di antaranya yang diangkat.


"Padahal jelas dalam PP (peraturan pemerintah) nomor 48 tahun 2005 juncto (jo) PP nomor 56 tahun 2012, pasal 4 disebutkan honorer K1 diangkat tanpa tes. Maka dari itu kita tidak berhenti berikhtiar. Kita juga meminta (pemerintah) pusat agar adil," tuturnya.


Sementara itu, salah seorang honorer K1 Pemprov Banten Endang Suherman mengaku, upaya untuk mendapat pengakuan dari negara akan terus dilakukannya. “Sejak bulan lalu tengah dilakukan kembali ikhtiar atau upaya yang tertunda. Gubernur dan wakil gubernur serta kepala BKD (badan kepegawaian daerah) sedang mempersiapkan SPTJM. Itu sebagai garansi pemerintah daerah bahwa di Banten masih ada honorer K1,” ujarnya.


Menurut honorer di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten itu, takkunjung diangkatnya mereka menjadi CASN dikarenakan pemerintah pusat beranggapan di pemprov sudah tidak ada honorer K1. Penerbitan SPTJM dimaksudkan untuk membantah anggapan tersebut. “Anggapan di Banten masih ada K1 kembali dikuatkan oleh pemprov,” katanya.


Berbagai upaya, kata dia, tak akan pernah berhenti dilakukan. Pengangkatan CASN adalah sebuah hak karena mereka sudah berkontribusi kepada daerah sejak puluhan tahun lalu. “Bukan waktu yang sebentar, ini sudah puluhan tahun. Ikhtiar yang kami lakukan semoga dimudahkan,” katanya.

Sebelumnya, Kepala BKD Banten Komarudin mengatakan, pihaknya akan memastikan bahwa permintaan SPTJM dari Kemenpan-RB benar-benar bisa menjadi solusi pengangkatan honorer K1 di Banten. “Pada prinsinya sanggup (menerbitkan SPTJM). Tapi kami mau kroscek dulu ke sana, karena kemarin kan hanya lisan. Kami perlu memastikan supaya tidak salah nantinya,” ujarnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook