Langgar Aturan Lalin, Langsung Ditegur CCTV Bersuara

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:24:00 WIB   |  dibaca: 411 kali
Langgar Aturan Lalin, Langsung Ditegur CCTV Bersuara

CCTV BERSUARA : Suasana arus lalu lintas di Perempatan kebon Jahe, Kota Serang, Selasa (14/8). Kebon Jahe merupakan salah satu titik dari lima titik yang dipasang Closed Circuit Television (CCTV0 bersuara yang berfungsi sebagai pembantu pihak kepolisian dari para pengendara yang melanggar.

SERANG- Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten mulai memasang dan memfungsikan kamera pengintai atau closed circuit television (CCTV) bersuara di lima persimpangan jalan di Kota Serang, Selasa (14/8). Para pengendara yang melanggar aturan lali lintas (lalin) bisa ditegur secara langsung melalui pengeras suara.

Pantauan Banten Raya, CCTV bersuara itu terpasang di sejumlah persimpangan jalan yang rawan terjadi penumpukan kendaraan. CCTV dipasang dalam sebuah tiang berwarna putih. CCTV tersebut mampu bermutar 360 derajat. Sedangkan pengeras suara terpasang di atas CCTV.
 
Dalam fungsi normalnya, mesin peringatan akan bersuara memberi peringatan bahwa saat ini para pengendara di awasi CCTV. Oleh karena itu mereka diharapkan mematuhi aturan lalin, semisal tak melanggar marka jalan atau berhenti di belakang garis zebra cross.

Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalin Dishub Banten Teguh Setiawan mengatakan, pada dasarnya alat tersebut memiliki fungsi yang sama dengan kamera pengintai lainnya. Selain mengawasi perilaku pengendara, alat itu juga untuk memantau berbagai peristiwa.“Yang utama (fungsinya) untuk mengawasi kondisi di persimpangan jalan dan pengawasan agar para pengedara di Kota Serang bisa tertib,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ada lima CCTV bersuara yang terpasang di Ibukota Banten tersebut. Kelima titik itu terdiri atas persimpangan Palima, Kebon Jahe, Ciceri, Pisang Mas dan BNI Serang. “Di titik yang rawan terjadi penumpukan kendaraan dan juga yang rawan terjadinya pelanggaran lalin,” katanya.

Alat ini juga, kata dia, dapat membantu pihak kepolisian dalam menindak para pelanggar lalu lintas. Operator bisa langsung memberikan teguran melalui pengeras suara. Para pelanggar juga nantinya akan berurusan dengan pihak kepolisian.
 
“Jadi dengan alat ini, kami bisa memberi teguran langsung, sebab kamera yang terpasang langsung terhubung di kantor kami. Untuk pengendara lalin harus mulai hati-hati. Kami langsung berikan warning melalui speaker (pengeras suara) yang terpasang di persimpangan ini,” tutrurnya.

Salah seorang pengendara roda dua, Andi yang ditemui Banten Raya di persimpangan Ciceri mengaku sempat grogi membawa kendaraannya dengan adanya pengawasan penuh dari CCTV. Dia pun kini akan lebih berhati-hati dalam berkendara.
 
“Awalnya heran karena di persimpangan ada suara peringatan, saya kira ada apa, enggak tahunya CCTV yang bersuara. Sekarang saya akan lebih berhati-hati, takutnya tanpa sadar melanggar aturan lalin, kan bisa berabe,” ujarnya sambil tersenyum. (dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook