55 Persen Kambing Kurban Dipasok dari Jawa Barat

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Kamis, 16 Agustus 2018 - 11:21:19 WIB   |  dibaca: 330 kali
55 Persen Kambing Kurban Dipasok dari Jawa Barat

MARAK : Penjual kambing kurban di Kecamatan Labuan mulai marak, Rabu (15/8). Kambing kurban yang dijual tersebut kebanyakan dipasok dari luar daerah.

PANDEGLANG - Ketersediaan kambing kurban di Kabupaten Pandeglang tidak hanya berasal dari peternak lokal. Sebab, untuk memenuhi permintaan masyarakat menjelang Lebaran Idul Adha, para pedagang hewan ternak harus dipasok dari Provinsi Jawa Barat.

Amad, seorang pedagang kambing kurban di Kecamatan Labuan mengatakan, kambing yang jual sebagain besar dari luar daerah. Karena hingga saat ini hewan ternak dari Pandeglang tidak terlalu banyak. "Kambing yang saya jual kebanyakan dari Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Kalau kambing asli Pandeglang, ada cuman sedikit gak terlalu banyak, karena di kita yang ternak kambing hanya sedikit," kata Amad ditemui di lapak hewan kurban miliknya, Rabu (15/8).


Kambing kurban yang dibeli tersebut, kata dia, disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mengingat setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan, sehingga terpaksa harus membeli keluar daerah. "Biasanya kalau Idul Adha pembeli banyak, kalau kita gak ngambil dari Cianjur bagaimana? Sementara kebutuhan yang diminta pembeli setiap tahunnya juga cukup tinggi," ujarnya.


Senada dengan Nana, pedagang kambing kurban lainnya. Kata dia, hewan ternak yang jual memang kebanyakan dari luar daerah, lantaran ketersedian kambing di Pandeglang belum memenuhi kebutuhan pembeli saat Lebaran Idul Adha. "Dari total 60 ekor kambing yang saya jual kebanyakan dari Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Kalau dari Pandeglang hanya sebagian saja," katanya.


Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Pandeglang, Dyah Luktianingsih mengakui hingga saat ini kambing kurban yang dijual para pedagang di Pandeglang kebanyakan sebagian besar dari luar daerah. "Dari hasil monev (monitoring dan evaluasi) tahun kemarin ada sekitar 55 persen kambing kurban dari luar Pandeglang. Artinya, hampir seimbang antara ketersedian domba lokal dan luar Pandeglang," ungkapnya.


Dia menyebutkan, ketersedian kambing kurban lokal maupun bukan tidak menjadi masalah. Karena para pedagang sering kali menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. "Sebetulnya tidak jadi masalah, memang sebagian masyarakat menyukai domba lokal dan luar sama saja. Para penjual juga kadang beternak kadang juga mendatangkan kambing kurban dari luar Pandeglang saat musiman Lebaran Idul Adha. Biasanya kan ada juga konsumen yang ingin domba dari luar," paparnya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook