Kerajaan Ubur-Ubur Mirip Sekte Swissindo

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 16 Agustus 2018 - 11:35:14 WIB   |  dibaca: 373 kali
Kerajaan Ubur-Ubur Mirip Sekte Swissindo

BARANG BUKTI : Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin menunjukkan barang bukti berupa berkas dan kitab yang digunakan Kerajaan Ubur-ubur, kemarin.

SERANG - Aliran menyimpang, Kerajaan Ubur-ubur yang dipimpin oleh Aisyah dan suaminya, Rudi Chairil Anwar diduga memiliki pemahaman yang sama dengan Sekte Pembebas Hutang Swissindo yang dipimpin oleh Sugihartonotonegoro atau disebut dengan julukan M1 (M one) yang sempat menghebohkan di Kota Cirebon pada Februari 2018 lalu.

Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin mengatakan, dari keterangan yang diperoleh dari Aisyah dan pengikutnya, dalam waktu sepekan ini Kerajaan Ubur-Ubur mempercayai akan ada pencairan dana dari bank di Negera Swiss dan Indonesia, dengan kode M one.

"Bisa jadi (sekte pembebas hutang), karena dia membawa-bawa nama bank di Swiss dan Indonesia," katanya kepada wartawan seraya menunjukan surat kuasa pencairan dana dari Bank Griffin 1999 Birmingham Adolf Head Railway, yang diyakini berasal dari Swiss.


Menurut Komarudin, Aisyah mengklaim berpedoman kepada tafsir Al-Quran cetakan ke-5 yang disusun oleh Zainuddin Hamidy tahun 1957. Namun dalam membaca tafsir itu, Aisyah salah mengartikannya dan menyimpulkan sendiri masing-masing ayat."Misalnya tentang Kabah yang disebutnya bukan kiblat sampai menyamakan Isa sebagai Muhammad. Juga soal menyamakan Hajar Aswad yang mirip dengan kelamin perempuan," ujarnya.


Lebih lanjut Komarudin menjelaskan, kasus aliran sesat Kerajaan Ubur-ubur yang berdiri di Lingkungan Tower Indah, Sayabulu, Rt02/07 Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang itu, masih terus didalami oleh pihak kepolisian. Sebab ada beberapa tulisan yang sulit dimengerti, karena menggunakan kode-kode.

"Kita juga akan menggunakan ahli bahasa dan ahli psikologi. Namun untuk suaminya (Rudi), dia tidak mengakui terlibat dalam persoalan itu, karena dia juga menentang apa yang menjadi pemahaman istrinya," jelasnya.


Komarudin mengungkapkan, saat ini 12 orang yang berada di Kerajaan Ubur-ubur sudah dievakuasi oleh pihak kepolisian ke tempat yang dirahasikan. Hal itu dilakukan guna mencegah terjadinya anarkisme oleh orang-orang yang tidak suka dengan kelompok tersebut.

"Rumahnya (Kerajaan Ubur-ubur) sudah kosong. Mereka sudah kita bawa semua. Dari 12 orang itu, ada beberapa orang yang hanya membantu suaminya berjualan burung atau membantu memancing. Sedangkan lainnya hanya ingin mencari tau tentang ajaran Aisyah," ungkapnya.


Disinggung soal filosofi Kerajaan Ubur-Ubur, Komarudin menambahkan, tidak ada satu pun dari anggota kerajaan tersebut yang bisa mejelaskan kenapa kerajaan mereka dinamai ubur-ubur."Katanya mereka hanya spontanitas, filosofinya tidak ada yang bisa menyampaikan. Katanya kalau ubur-ubur bersatu bisa menenggelamkan kapal," ujarnya.


Dalam kasus ini, Komarudin berharap masyarakat di Kota Serang maupun lainnya tidak menanggapi secara serius pemilihan nama kelompok ini. Hanya, memang ada hal yang tidak lazim dilakukan oleh Aisyah dan kelompoknya."Kami akan mempertimbangkan apakah tindakan para kelompok ini termasuk pada penistaan dan pelecehan golongan tertentu," tegasnya.


Sementara itu, Wakil Walikota Serang, Sulhi meminta Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Serang mengawasi aliran, agama, dan kepercayaan yang tidak sesuai dengan undang-undang. Dengan terungkapkan Kerajaan Ubur-ubur di daerah Sayabulu, Kecamatan Serang, Kota Serang, maka pengawasan harus lebih ditingkatkan."Ini harusnya peran kesbangpol untuk mengawasi," kata Sulhi, Rabu (15/8).

Sulhi mengatakan, aliran, agama, dan kepercayaan yang tidak sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia harus dibubarkan. Kesbangpol harus bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk mengatasi masalah-masalah seperti ini."Kesbangpol dan FKUB yang harus membina mereka-mereka ini," ujarnya.

Kepala Kesbangpol Kota Serang, M Gholib mengaku siap menjalankan amanat yang disampaikan Sulhi terkait pengawasan pada aliran, agama, dan kepercayaan yang ada di Kota Serang. Sampai saat ini baru Kerajaan Ubur-ubur ini yang diketahui ada di Kota Serang.Terkait data aliran, agama, dan kepercayaan lain yang disebut menyimpang, ia mengatakan belum mengetahuinya. Pasalnya ia sendiri masih baru di kesbangpol.

Gholib juga mengatakan bahwa sampai saat ini kasus Kerajaan Ubur-ubur masih didalami oleh instansi terkait seperti Polres Serang Kota dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang. Ia sendiri belum mendapatkan laporan mengenai perkembangan kasus tersebut.“Belum ada kesimpulan apakah ini (Kerajaan Ubur-ubur-red) sesat atau seperti apa,” ujarnya.


Gholib menyatakan bahwa sampai saat ini pemimpin dan pengikut Kerajaan Ubur-ubur masih digali keterangan dari mereka, termasuk apa yang mereka dimiliki. Seperti apakah memiliki kitab sendiri atau seperti apa. Meski demikian dari penuturan pemimpin Kerajaan Ubur-ubur mereka beragama Islam.“Tapi oleh MUI ajaran mereka dianggap tidak pas dengan ajaran Islam,” ujarnya. (darjat/tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook