Pendidikan Sebagai ruh Pembangunan

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Kamis, 16 Agustus 2018 - 11:42:58 WIB   |  dibaca: 452 kali
Pendidikan Sebagai ruh Pembangunan

PAPARAN : Deding Zamah Syari, Staf Khusus Gubernur Banten, memaparkan materinya dalam kegiatan Seputar Pengenalan Organisasi Kampus (SPOK) FKIP Untirta 2018 di Kampus FKIP Untirta Ciwaru, Kota Serang, Rabu (15/8).

SERANG – Dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Banten, khususnya pada bidang pendidikan, diperlukan kerja keikhlasan para guru untuk terjun ke pelosok daerah-daerah, sebagai upaya membangun dan mengembangkan kualitas pendidikan. Hal tersebut disampaikan Deding Zamah Syari, Staf Khusus Gubernur Banten.


Ia menilai, pendidikan merupakan ruh dari pada pembangunan. Dalam kesempatan itu Deding juga sepakat bahwa guru-guru harus menyebar ke peloksok kedaerah-daerah. Karena, problem pendidikan di Banten, salah satunya pada pemerataan SDM.


“Disisi lain, memang harus menghargai kepentingan seorang guru untuk lebih dekat dengan keluarga, juga banyak guru yang masih beranggapan peluang sukses di perkotaan lebih besar dari pada di Desa. Tetapi, demi kepentingan dan kemajuan pendidikan di Banten, pemerataan SDM ini, agar lebih menyeluruh di seluruh Banten,” katanya saat menjadi narasumber SPOK (Seputar Pengenalan Organisasi Kampus) FKIP Untirta, Rabu (15/8).


Deding berpesan kepada mahasiswa FKIP Untirta, mahasiswa FKIP sebagai calon penerus guru, adalah bagian dari unsur penting di negara dan unsur terpenting di Banten, terkait dengan masa depan pendidikan.  


“Sejarah menjelaskan, ketika tragedi pengeboman atom di Hiroshima dan Nagasaki Jepang, setelah terjadi kerusakan yang begitu dahsyat, yang ditanya pertama kali oleh pemimpin Jepang adalah berapa jumlah guru yang tersisa. Hal itu menunjukan, bahwa kemajuan pada suatu Negara atau daerah, dipengaruhi oleh eksistensi guru, karena posisi guru sangat penting,” tutur Deding.


Berbicara Banten, kata Deding, gubernur memprioritaskan pembangunan kepada tiga hal, yakni bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Itu menjadi kebutuhan utama masyarakat Banten.“Karena, selama ini ketiga sector tersebut tidak terlalu menjadi fokus pembangunan yang diperhatikan. Hal yang penting kedepan, gubernur lebih fokus menghatarkan kepada kemajuan di masa yang akan datang,” ujarnya.


Sehingga, lanjutnya, sebagai mahasiswa penting kiranya membangun budaya dan kultur intelektual di kampus, dengan membiasakan berdiskusi, menulis dan beraksi. Katanya, kampus itu kawah candradimuka bagi mahasiswa, tempatnya orang-orang terpelajar dalam membudayakan kultur intelektual agar semakin kritis, reflektif, dengan keberpihakan kepada kebenaran.


Sementara itu, Wakil Dekan FKIP Untirta Dodi Firmansyah mengatakan, FKIP Untirta terus bergerak demi kamajuan kualitas pendidikan di kampus, karenanya dengan kegiatan SPOK tingkat fakultas ini, yang dilaksanakan dari Tanggal 15 sampai 16 Agustus 2018, dengan jumlah peserta sebanyak 1.131 orang dari 18 jurusan dan ditambah jurusan Akper. Sebagai upaya memberikan pemahaman mahasiswa baru untuk selalu berprestasi.


“Karena, kontribusi untuk peningkatan kualitas jurusan pada sebuah lembaga pendidikan tinggi, adalah kontribusi dan prestasi mahasiswanya. Peserta SPOK FKIP Untirta, harus bisa membuktikan, bahwa layak menjadi bagian dari FKIP Untirta, dengan cara menunjukan prestasi akademik maupun non akademik nantinya,” pungkasnya. (mg-basyar)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook