Usir Tentara Belanda di Irian Barat

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 16 Agustus 2018 - 12:09:52 WIB   |  dibaca: 507 kali
Usir Tentara Belanda di Irian Barat

HA Rochmana dilahirkan di Sumedang, Jawa Barat pada 1939. Masa kecilnya di Sumedang. Pria berusia 79 tahun yang kini berdomisili di Kampung Rangkasbitung Girang, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung ini, sering disembunyikan di kolong ranjang setiap kali penjajah tentara Jepang berpatroli di sekitar kediamannya.


Rochmana yang lahir pada 1958 mendaftar menjadi TNI pada Badan Bintara Organisasi Militer di Sumedang. Setelah dinyatakan lulus, ia mendapat pangkat prajurit dua dan mengenyam pendidikan militer di Gunung Batu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia juga kemudian ikut sekolah perhubungan di Bandung. Setelah itu, ia dikirim ke Irian Barat (kini Papua) pada 1963.

Saat itu penjajah Belanda yang tidak mengakui kemerdekaan RI masih menduduki tanah Irian Barat. "Saya dan seluruh pasukan TNI yang dikirik ke sana (Irian Barat-red), akhirnya berhasil mengusir tentara Belanda dari tanah Irian Barat," ujar HA Rochmana.


Untuk mencegah agar tentara Belanda tidak kembali ke Irian Barat, maka HA Rochmana, dan rekan-rekan TNI sepasukannya, tetap ditugaskan melakukan pengamanan di Irian Barat hingga 1971. Setelah Belanda mengakui kemerdekaan RI, maka dirinyapun ditarik kembaki ke Bandung, serta akhirnya mendapat tugas baru di Lebak hingga pangkat Sersan Mayor.

"Saya mengalami langsung pada saat penjajahan Jepang, hingga jaman penjajahan Belanda. Lalu saya sangat bangga, maka setelah bergabung menjadi TNI, saya mejadi salah satu pelaku langsung yang bertempur mengusir Belanda di Irian Barat," terang HA Rochmana. (hudaya)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook