Berubah Nama Karena Sponsor Pengusaha Kayu

nurul roudhoh   |   Banten Sport  |   Sabtu, 18 Agustus 2018 - 11:33:19 WIB   |  dibaca: 343 kali
Berubah Nama Karena Sponsor Pengusaha Kayu

PENUH KISAH : Pendiri sekaligus pelatih klub bulutangkis Gaharu berdiri di depan GOR Bulutangkis gaharu, di Kelurahan Sepang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, belum lama ini.

KOTA SERANG – Selain pemerintah, masyarakat pun memiliki peran penting dalam memajukan suatu pembinaan olahraga. Tanpa dukungan mereka pembinaan olahraga akan terhambat. Beberapa waktu yang lalu, Banten Raya, menyambangi GOR bulutangkis milik klub bulutangkis Gaharu di Jalan Sepang Baru, RT 01/05, Kelurahan Sepang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Kondisi infrastruktur jalan yang masih mulus dan lokasi strategis, Banten Raya, tak kesulitan menemukan GOR bulutangkis milik klub Gaharu.

Bila pengunjung arahnya dari pusat kota, tepatnya dari Alun-Alun Kota Serang, jarak yang ditempuh sekitar empat kilometer. Dari sana lalu menuju ke perempatan lampu merah Kebon Jahe. Dari Kebon Jahe belok ke kanan menuju perempatan lampu merah Sepang.

Dari perempatan lampu merah Sepang belok kiri menuju SDN Pengung, yang jaraknya satu setengah kilometer. Setibanya di SDN Pengung, belok kanan menuju jalan Lingkungan Sepang Baru sekitar 700 meter.

Bangunan GOR bulutangkis Gaharu dominasi warna merah tampak kokoh di samping kanan sebelum masuk gapura Lingkungan Sepang Baru. Saat Banten Raya sandar di area parkiran GOR Gaharu,  sesosok lelaki paruh baya mengenakan kaos biru putih setelan celana pendek hitam yang sedari tadi duduk di depan GORnya langsung berdiri dan menyambut Banten Raya. Lutfi Hasan nama lengkapnya. Dia adalah pendiri sekaligus pemilik klub bulutangkis Gaharu.

Lutfi Hasan mengatakan, klub bulutangkisnya dirintis sejak tahun 1990-an. Saat itu nama klubnya masih nama dirinya yakni Lutfi Hasan Badminton Club. Sepanjang berdiri sejumlah tantangan harus dihadapi klubnya.

Dimulai dari minimnya sarana dan pra sarana latihan, sehingga harus berpindah-pindah lokasi untuk latihan. “Waktu itu kita belum punya gor sendiri. Jadi ya latihannya harus pindah-pindah terus,” kata Lufti, saat mengawali perbincangannya bersama Banten Raya.

Ia menyebutkan, venue pertama yang digunakan untuk latihan para anak didiknya adalah GOR Maulana Yusuf di Alun-Alun Timur Kota Serang. Dari sana pindah lagi ke gor di Pasar Rau Trade Center (RTC).

Kemudian pindah lagi ke GOR Bulutangkis Citra Abana. Terus pindah lagi ke GOR Bulutangkis Flamengo, dan terakhir di GOR Gaharu. “Sekarang setelah kami punya gor sendiri, anak-anak bisa latihan kapan saja. Ada yang dari pagi, sore dan bahkan sampai malam,” ujar bapak yang mengawali karier bulutangkis tahun 1985 ini.

Hasan mengakui gedung gor bulutangkis Gaharu dibangun mulai sekitar tahun 2010 yang dilakukan secara bertahap selama kurun waktu dua tahun bukan hasil jerih payahnya semata. Bangunan itu dibangun hasil donasi dari para donatur klubnya. Luas gedung gor bulutangkis sendiri mencapai 660 meter persegi. Gor itu berdiri atas lahan 2500 meter persegi.

Di dalam gedung gor itu terdapat tiga lapangan dengan kapasitas 100 orang tempat duduk, lima kamar mandi, dan lima kamar tidur. Tepat di depan samping kanan gor berdiri sebuah musolah dengan luas 40 meter yang dilengkapi dengan sarana dua kamar mandi dan tempat wudhu, dan lahan parkir kendaraan seluas 200 meter.

“Tanah ini memang atas nama milik saya. Saya belinya sekitar tahun 2008. Cuma yang nyumbang beli tanah dan bangun gor ini orangtua dan rekan-rekan saya. Kalau disebutin banyak ada sekitar 50 orang,” aku peraih juara 3 Pekan Olahraga (POR) Sekolah Guru Olahraga (SGO) di Cirebon, Jawa Barat, 1985 ini.

Ia tak memungkiri hingga saat ini kontribusi orangtua atlet sangat besar dalam membantu perkembangan dan pembinaan di klubnya. Termasuk perihal dana untuk mengikuti sebuah kejuaraan bulutangkis. Lutfi menyebutkan pernah klubnya disuport oleh salah satu orangtua muridnya bernama Herman.

Karena kontribusi Herman, Lutfi pun akhirnya bersedia mengubah nama klubnya dari Astika menjadi Gaharu. “Sebelumnya namanya Astika, karena Pak Herman mau menjadi sponsor tunggal kami akhirnya namanya diubah menjadi Gaharu.

Setiap kami mengikuti kejuaraan Pak Herman suport kami mulai dari materinya, tenaganya, pikirannya, sampai kendaraan pribadinya boleh dipakai untuk keperluan transportasi kami,” ungkap pria kelahiran 19 Juli 1969 ini.

Sejak mendapat dukungan dari Herman, klub bulutangkis binaan Lutfi Hasan akhirnya sekitar tahun 2000-an resmi berganti nama menjadi Gaharu. “Gaharu itu nama sebuah pohon yang setaraf dengan Cendana. Pak Herman kan pengusaha kayu. Dia sendiri yang memberi namanya. Sampai sekarang kami pertahankan nama Gaharu untuk mengenang nama bos kayu itu,” jelas pria berpostur 1980 centimeter ini.


Namun anehnya, lanjut dia, nama klub Gaharu tersebut tidak abadi. Bila suatu saat ada yang bersedia mendanai klubnya mulai dari pembinaan latihan dan ikut kejuaraan, maka nama Gaharu bisa diganti. “Kami ini kan klub kecil. Kalau ada yang mau menjadi sponsor kami, bisa saja diganti nama klubnya. Karena nama Gaharu ini tidak terikat,” katanya.


Ia berharap pemangku kepentingan di Banten dapat memberikan perhatian khusus kepada olahraga tepok bulu tersebut. Pasalnya, tak sedikit atlet-atlet binaan klub di Kota Serang yang bersinar di tingkat nasional tatkala berpindah di klub besar. “Gubernur Banten (Wahidin Halim-red) hobi main bulutangkis tapi ke pembinaan klub belum. Dibilang belum dia (Gubernur-red)

hobi. Makanya kami berharap ada perhatian khusus untuk klub dari pemerintah daerah. Saya pengen ada undangan dari pemerintah. Dari tahun 1990 saya belum merasakan perhatian dari pemerintah. Kenapa pelatih-pelatih bulutangkis dipanggil. Apa keluhannya pelatih di Kota Serang. Jangan hobinya Pak Gubernur hanya untuk pribadi saja,” tegas dia. (HARIR BALDAN)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook