Kejati Tahan Kadinkes Banten

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 18 Agustus 2018 - 11:44:16 WIB   |  dibaca: 362 kali
Kejati Tahan Kadinkes Banten

DIBERHENTIKAN : Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Sigit Wardojo ditahan Kejaksaan Tinggi Banten setelah diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan genset di RSUD Banten senilai Rp2,2 miliar pada tahun 2015, Kamis (16/8).

SERANG - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten menahan tiga tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan genset di RSUD Banten senilai Rp2,2 miliar pada tahun 2015, Kamis (16/8).Ketiganya, yaitu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Sigit Wardojo, Adit selaku tim survei di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten, dan Endin S selaku rekanan dari CV Megah Teknik.


Sebelum ditahan, ketiganya diperiksa lebih dahulu sejak pukul 10.100 WIB hingga pukul 17.00.Ketiga tersangka keluar dari pemeriksaan menggunakan rompi merah, dan langsung digiring petugas Kejati Banten ke dalam mobil, secara terpisah. Kadinkes Provinsi Banten Sigit Wardojo dan Endin dibawa dalam satu mobil menuju Rutan Klas B Serang. Sedangkan, Adit digiring menuju Rutan Pandeglang.


Kepala Kejati Banten Agoes Djaya mengatakan, Sigit menjadi tersangka dalam kapasitasnya sebagai Plt Direktur RSUD Banten, bukan Kadinkes Provinsi Banten. "Beliau bukan sebagai kepala dinas, tapi sebagai Plt Rumah Sakit Umum Banten. Ada tiga (selain Sigit) yang ditahan," katanya kepada Banten Raya, kemarin.


Menurut Agoes, dalam kasus ini Sigit diduga yang telah memberikan izin atau persetujuan pengadaan genset yang dimenangkan CV Megah Teknik, sehingga telah menyebabkan kerugian negara sekitar Rp631 juta. "Peran dia waktu itu menyetujui. Kerugian negaranya sekitar Rp631 jutaan," ujarnya.


Agoes mengungkapkan Kejati Banten telah menerima pengembalian kerugian negara sekitar Rp500 juta dalam kasus yang mencuat pada tahun akhir 2017. Namun pengembalian itu tidak dapat menghapus kesalahan ketiga. "Ada pengembalian, tapi ini tidak menghapuskan tindakan pidana," ungkapnya.


Lebih lanjut, Agoes mengakui banyak menerima intervensi dalam kasus tersebut. Untuk itu, pihaknya melakukan tindakan tegas dan menahan ketiga tersangka kasus dugaan korupsi di RSUD Banten."Terus terang saja, kita diganggu-ganggu juga. Laporan sana lah, laporan sini lah, seolah-olah kita tidak mau meningkatkan ini. Jadi kita obyektif sajalah," tandasnya.


Agoes memastikan sepekan ke depan berkas perkara rampung dan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor untuk proses persidangan."Akhir bulan ini bisa dilimpahkan," katanya.
Sementara itu, Pemprov Banten memastikan akan memberhentikan Sigit Wardojo dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten.


Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Komarudin mengatakan, setelah mendengar kabar penahanan Sigit, pemprov langsung menindaklanjutinya. “Yang bersangkutan diberhentikan dari jabatannya melalui SK gubernur,” ujarnya.


Penjabat (Pj) Bupati Tangerang itu menjelaskan, pemberhentian yang dimaksud adalah dari jabatannya. Sedangkan Sigit sendiri masih berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Banten. “Untuk kejelasan status ASN baru akan diputuskan setelah ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht),“ katanya.


Untuk mengisi kekosongan pimpinan di Dinkes Banten nantinya akan diisi oleh seorang pelaksana tugas (Plt). “Nanti akan ditunjuk Plt-nya,” ungkapnya.    Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengatakan, kasus yang membelit Sigit adalah persoalan lama yang telah muncul sejak 2015.

Terkait hal itu, dia akan sepenuhnya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. “Kasus 2015, proses sudah lama dan karena ada unsur pidananya maka jadi tersangka. (Dia akan) menghormati hukum,” tutur usai menjadi inspektur upacara peringatan haru ulang tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia di halaman Masjid Raya Albantani, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Jumat (17/8).Senada dengan Komarudin, WH akan menunjuk seorang Plt untuk mengisi kekosongan pimpinan di Dinkes. “(Dinkes akan dipimpin) Plt saja dulu, sampai nanti sudah inkracht,” katanya. (dewa)

 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook