Kualitas Air Ciberang Menurun

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Selasa, 21 Agustus 2018 - 11:52:26 WIB   |  dibaca: 68 kali
Kualitas Air Ciberang Menurun

TERCEMAR : Kualitas air Sungai Ciberang sudah mengalami penurunan karena limbah domestik mengalir di Kampung Kaum Lebak, kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Senin (20/8).

RANGKASBITUNG - Kualitas air Sungai Ciberang dibagian hulu dan hilir atau tepatnya di Kecamatan Rangkasbitung telah mengalami penurunan. Hal itu terjadi akibat tercemar limbah pertambangan, industri dan domestik.


"Selain Ciberang, sungai lainnya juga sama telah mengalami penurunan kualitas. Airnya sudah tercemar limbah pertambangan, industri dan limbah domestik," kata Kepala Seksi (Kasi) Pemantauan Kualitas Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak Iwan Kurniawan kepada Banten Raya, Senin (20/8).


Menurut Iwan, tingkat pencemaran saat ini masih dalam posisi titik aman. Levelnya masih dalam kategori ringan dan sedang alias belum berat. "Kalaupun begitu, bukan berarti harus dibiarkan, tetap harus diperbaiki. Dibutuhkan bantuan masyarakat dalam menjaga kualitas air agar lebih baik," tuturnya.


Iwan menilai, pencemaran tidak hanya disebabkan oleh adanya aktivitas penambangan maupun industri tetapi juga berasal dari limbah domestik. Pada saat ini, limbah domestik berupa padat maupun cair sudah dalam kondisi mengkhawatirkan."Ditandai dengan banyaknya tumpukan sampah di bantaran sungai dan tempat lain serta limbah cair rumah tangga dan pertanian yang mengalir langsung ke sungai," ucapnya.


Iwan berharap, masyarakat tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan cair maupun padat supaya airnya tetap bersih dan memenuhi baku mutu. "Jangan sampai sungai di kita menjadi kayak Sungai Citarum. Membutuhkan waktu tujuh tahun untuk memulihkan aliran sungai dari limbah kotor dan sampah," terangnya.


Iwan menambahkan, pihaknya melakukan pemantauan pada 183 sungai, diantaranya Sungai Ciberang, Cisimeut dan Ciujung. "Pemantauan kita lakukan satu tahun sebanyak dua kali di waktu musim hujan dan kemarau. Hal itu untuk mengetahui kualitas air di saat debitnya melimpah dan menurun," tambahnya.


Iwan mengungkapkan, secara kualitas air mengalami penurunan tetapi masih aman. "Airnya masih aman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkapnya.Warga Kampung Pariuk, Desa Sukamekarsari yang enggan disebutkan namanya mengatakan, air sungai Cisimeut sekarang ini sering keruh karena adanya aktivitas penambangan pasir di bagian hulunya. "Kami harap limbah penambangan pasir tidak dibuang ke sungai. Soalnya kalau lagi keruh, keruh banget dan kita gak bisa pakai airnya untuk mencuci pakaian," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook