Dua Komplotan Pencuri Motor Dibekuk

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 28 Agustus 2018 - 12:28:57 WIB   |  dibaca: 311 kali
Dua Komplotan Pencuri Motor Dibekuk

EKSPOSE : Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso (tengah) beserta jajarannya menujukkan barang bukti serta peralatan untuk mencuri yang digunakan pelaku curanmor.

CILEGON - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort (Polres) Cilegon dalam sepekan berhasil mengamankan dua komplotan pencuri spesialis kendaraan beromotor roda dua. Kedua komplotan yang ditangkap merupakan kelompok lokal dan kelompok Lampung.

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso mengatakan, dua komplotan pencuri sepeda motor berhasil dibekuk, yaitu kelompok pencuri asal Cilegon dan kelompok pencuri asal Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim).

Pelaku yang berhasil ditangkap sebanyak tujuh orang terdiri dari dua kelomppok pencuri. "Komplotan pencuri asal Jabung 4 orang serta komplotan Cilegon 3 orang," kata Rizki saat ekspose penangkapan dua komplotan curat di Mapolres Cilegon, Senin (27/8).


Menurut Rizki, dari dua kelompok poencuri tersebut, 46 motor berhasil disita polisi sebagai barang bukti. Pelaku menjual kendaraan hasil curian di luar wilayah hukum Polres Cilegon seperti di Pandeglang, Lebak dan perbatasan wilayah Anyer dan Cinangka. Dalam penangkapan ini, pihaknya berkoordinasi dengan Polres Pandeglang dan Polres Lebak guna menindaklanjuti penadah.


"Pengungkapan ini kami lakukan hingga Pandeglang dan Lebak. Sebab hasil pencurian di Cilegon mereka jual di dua wilayah lain seperti Pandeglang dan Lebak. Kami akan terus buru pelaku curanmor yang lain," tuturnya.


Dijelaskan Rizki, untuk mempertanggungjwabkan perbuatannya, para pelaku terancam pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman yang diberikan kepada para pelaku antara tujuh hingga sembilan tahun kurungan. "Dari komplotan ini, kami tangkap pelaku dan penadah. Untuk penadah bisa dikenakan ancaman hukuman 7 tahun, sementara pelaku bisa 9 tahun penjara," jelasnya.


Rizki juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor agar segera mendatangi Polres Cilegon dengan membawa dokumen lengkap yang berkaitan dengan sepeda motor masing-masing. "Kami menginformasikan, apabila merasa pernah kehilangan sepeda motor bisa datang ke Polres Cilegon. Silakan membawa bukti kepemilikan kendaraan seperti STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor)," pintanya.

Di tempat yang sama, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Cilegon AKP Dadi Perdana Putra mengatakan, pada setiap komplotan biasanya terbagi tiga peran. Ada yang berperan sebagai pemetik, joki, serta penadah. "Pada awalnya penadah memesan motor tertentu kepada kawanannya.

Kemudian beraksilah pemetik, diawali dengan mengincar sebuah motor untuk kemudian dirusak lubang kuncinya dengan kunci Letter T. Setelah itu dilanjut oleh joki, mengambil motor yang telah dirusak lubang kuncinya. Joki pun menyerahkan motor itu kepada penadah, setelah itu dijemput oleh pemetik kembali ke Cilegon," katanya.


Ditambahkan Dadi, rata-rata motor dijual pelaku dengan harga Rp2 juta hingga Rp2,5 juta. Sementara 46 motor yang disita merupakan hasil pencurian dua komplotan tersebut sejak Januari 2018. "Dari Januari sampai Agustus ini, pelaku sudah mencuri di 48 berlokasi di Cilegon dan tujuh di luar Cilegon. Pelaku menjual kepada penadah berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta tergantung dari kondisi motor, biasanya matic menjadi incaran," tambahnya.


Dadi mengatakan, dua dari tujuh pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama. Bahkan petugas kepolisian terpaksa melakukan tindakan tegas saat melakukan penangkapan. "Dua pelaku kami lumpuhkan karena mencoba melarikan diri saat kami tangkap," katanya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook