Bupati Kembali Rombak Pejabat Besar-besaran

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Selasa, 28 Agustus 2018 - 13:26:12 WIB   |  dibaca: 178 kali
Bupati Kembali Rombak Pejabat Besar-besaran

DISUMPAH : Rohaniawan mengangkat Al-Quran di atas kepala para pejabat eselon III dan IV yang dilantik bupati di Pendopo Pemkab Pandeglang, kemarin.

PANDEGLANG – Bupati Pandeglang, Irna Narulita kembali melakukan perombakan pejabat Pemkab Pandeglang secara besar-besaran, Senin (27/8). Dalam pelantikan kemarin, ada 218 pejabat yang dilantik, terdiri dari esselon III sebanyak 28 orang, esselon IV 133 orang, 57 pejabat fungsional kepala sekolah dan pengawas sekolah.


Dalam sambutannya, Bupati Irna menegaskan, para pejabat yang sudah disumpah harus siap ditempatkan di mana saja, mengedepankan pelayanan sepenuh hati, dan meningkatkan profesionalitas. ”Jabatan adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan baik.

Masih banyak para ASN yang belum memiliki jabatan, bapak dan Ibu (pejabat yang dilantik) sudah kami nilai mampu melaksanakan tugas, harus mempunyai motivasi dan semangat kerja untuk membuat lompatan yang besar. Untuk itu syukuri dan jangan kufur nikmat agar kerja kita lebih enjoy, ” ujarnya.


Bupati Irna mengklaim, adanya mutasi ini merupakan penyegaran dan kebutuhan organisasi, bukan sebuah kepentingan politik. “Apabila yang dilantik saat ini di tengah jalan tidak dapat melaksanakan tugas dengan baik, jangan salahkan kami jika ditengah jalan kita rombak kembali. Karena saya ingin pelayanan lebih baik dan maksimal,” tuturnya.


Sekretaris Daerah Pandeglang, Fery Hasanudin selaku ketua Badan Pertimbangan jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) mengatakan, mutasi, rotasi dan promosi merupakan sebuah kebutuhan organisasi untuk mendorong jalannya roda pemerintahan. Menurutnya, pelantikan ini adalah kali kedua dalam sebulan terakhir ini karena pada akhir Juli 2018 lalu bupati juga telah melantik sejumlah pejabat eselon II dan III. “Pelantikan untuk penyegaran saja dan hal lumrah,” kata Sekda.


Sementara itu, akademisi Unma Banten, Epi Hasan Rifai menyatakan, rotasi jabatan sah-sah saja sepanjang sesuai dengan keahlian yang menjabatnya. Penempatan pejabat yang sesuai kealian kata Epi akan berdampak pada peningkatan kinerja. “Salah satu syarat untuk adanya rotasi jabatan itu adalah harus sesuai dengan keahlian. Sepanjang ini ditaati maka hasilnya akan baik,” kata Epi.


Epi mencontohkan dalam dunia akademik dikenal dengan sistem PDCA atau plan, do, cek dan action. “Artinya rotasi itu dilakukan harus melihat dulu action dari pejabatnya dulu. Bagaimana kita akan melihat action pejabatnya? Baru juga meletakan pland harus dirotasi lagi dirotasi lagi. Akibatnya kinerja tidak pernah ada peningkatan,” bebernya. (muhaemin)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook