Investasi Capai Rp 29,99 Triliun

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 28 Agustus 2018 - 14:02:09 WIB   |  dibaca: 218 kali
Investasi Capai Rp 29,99 Triliun

DIALOG : Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy saat dialog investasi yang digelar DPMPTSP Banten, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (27/8).

SERANG- Keberhasilan investasi di Banten dapat dilihat dari tren investasi yang terus meningkat. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, nilai investasi Provinsi Banten periode semester I tahun 2018 telah terealisasi sebesar Rp 29,99 triliun dengan 2.055 proyek.


Berdasarkan laporan tersebut, realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) di Provinsi Banten semester I tahun 2018 menempati urutan ke-3 setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta, dengan nilai investasi mencapai Rp 21,97 triliun dari 1.518 royek. Begitu juga, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Provinsi Banten cukup tinggi, yakni berada di peringkat 7 dengan nilai investasi mencapai Rp 8 triliun dengan 537 proyek.


Demikian terungkap dalam dialog investasi yang digelar DPMPTSP Banten, di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Senin (27/8).

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy yang hadir sebagai pembicara utama dalam dialog tersebut menyampaikan bahwa Provinsi Banten sebagai tujuan investasi memilki banyak potensi investasi yang bisa dijual kepada para investor, salah satunya sektor pariwisata. "Salah satunya yang kini tengah menjadi perhatian pemerintah Provinsi Banten adalah revitalisasi Kawasan Banten Lama,” kata Andika.


Andika mengaku, Pemprov Banten iingin nantinya wisata religi Banten Lama berhasil menarik wisatawan yang pada akhirnya akan memberikan multiplier effect pada sektor lain. Sejauh ini pekerjaan revitalisasi Banten Lama telah mengalami perkembangan sejak ditandatanganinya MoU atau Nota Kesepahaman antara Pemprov Banten dengan Pemkot dan Pemkab Serang, pada Juli 2018.

Perkembangan dimaksud antara lain kanal di sekitar kawasan yang selama ini diketahui kumuh dan kotor serta menjadi tempat usaha liar, sudah mulai dilakukan perbaikan dan pembangunan untuk fasilitas wisata air. Lalu, daerah depan masjid diperbaiki sehingga lebih rapi dan tertata, serta ditambahkan fasilitas terminal wisata yang lebih representatif untuk menampung wisatawan yang datang berkunjung.


“Tentu saja aksesibilitas dalam hal ini sangat penting sebagai penunjang kegiatan investasi. Oleh karenanya kita berharap pembangunan yang masuk dalam proyek strategis nasional seperti Tol Serang-Panimbang akan memberikan dampak bagi pertumbuhan investasi di Banten,” ujarnya.


Kepala DPMPTSP Banten Wahyu Wardhana yang juga menjadi pembicara mengatakan bahwa realisasi investasi tersebut merupakan indikator dan keberhasilan Provinsi Banten sebagai salah satu tujuan investasi. “Kami terus berkomitmen mempromosikan potensi investasi di Banten, salah satunya sektor pariwisata yang menjadi perhatian pemerintah,” kata Wahyu.


Tak hanya itu, lanjutnya, untuk mendorong pertumbuhan investasi, Pemprov Banten melalui DPMPTSP tak sekadar mengandalkan potensi alam dan letak geografis semata, tetapi juga telah dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan rasio kemudahan berusaha melalui layanan perizinan terpadu PTSP.


Untuk diketahui, dari sebaran investasi semester I tahun 2018, nilai investasi tertinggi PMA berada di Kota Cilegon dengan nilai inveastasi sebesar Rp 7,50 triliun dengan 145 proyek. Selanjutnya berturut-turut Kabupaten Tangerang sebesar Rp 7,09 triliun dengan 610 proyek, Kota Tangerang Rp 2,39 triliun dengan 336 proyek, Kabupaten Serang Rp 2,14 triliun dengan 204 proyek, serta Kota Serang Rp 1,97 triliun dengan 20 proyek. Menyusul Kota Tangerang Selatan Rp 553 miliar dengan 178 proyek, Kabupaten Lebak Rp 297 miliar dengan 20 proyek, dan Kabupaten Pandeglang Rp 177 juta dengan 5 proyek.


Sama dengan PMA, realisasi investasi PMDN ditempati Kota Cilegon dengan nilai investasi sebesar Rp 2,45 triliun dengan 53 proyek. Selanjutnya berturut-turut Kabupaten Tangerang sebesar Rp 1,93 triliun dengan 231 proyek, Kabupaten Serang Rp 1,76 triliun dengan 85 proyek, Kota Tangerang Selatan Rp 1,11 triliun dengan 26 proyek, serta Kota Tangerang Rp 656,69 miliar dengan 114 proyek. Berikutnya, Kabupaten Pandeglang Rp 69,28 miliar dengan 6 proyek, Kota Serang Rp 23,66 miliar dengan 9 proyek, dan Kabupaten Lebak Rp 178,8 juta dengan 13 proyek.


Pada semester I tahun 2018, sektor dengan nilai investasi tertinggi pada PMA adalah industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik sebesar Rp 4,99 triliun dengan 196 proyek. Selanjutnya disusul industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi Rp 4,73 triliun dengan 178 proyek; perumahan, kawasan industri dan oerkantoran sebesar Rp 4 triliun dengan 63 proyek; listrik, das dan air sebesar Rp 2,14 triliun dengan 19 proyek; dan industri karet, barang dari karet dan plastik sebesar Rp 1,21 triliun dengan 95 proyek.


Pada PMDN, sektor dengan nilai investasi tertinggi juga terjadi pada industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik dengan nilai investasi sebesar Rp1,84 triliun dengan 108 proyek. Selanjutnya disusul transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp 1,49 triliun dengan 13 proyek; perdagangan dan reparasi Rp 1,08 triliun dengan 28 proyek; industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi Rp 1 triliun dengan 68 proyek; dan listrik, gas dan air sebesar Rp 556,80 miliar dengan 19 proyek. (*/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook