Karian Jebol, 179 Desa Bisa Kebanjiran

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 28 Agustus 2018 - 14:04:35 WIB   |  dibaca: 238 kali
Karian Jebol, 179 Desa Bisa Kebanjiran

KARIAN : Kepala BBWSC3 Tris Raditian saat sosialisasi RTD Bendungan Karian di Aula Bappeda Banten, Senin (27/8).

SERANG- Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) merilis data daerah terdampak rencana tindak darurat (RTD) Bendungan Karian, saat sosialisasi RTD Bendungan Karian, di Aula Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (27/8). Setidaknya ada 179 desa/kelurahan di tiga kabupaten/kota yang masuk dalam daerah terdampak RTD Bendungan Karian. Daerah tersebut berpotensi tergenangi air jika bendungan Karian jebol.
 
Berdasarkan data yang dirilis BBWSC3, daerah pertama yang terdampak adalah Kabupaten Lebak dengan 36 desa/kelurahan di kecamatan Rangkasbitung, Cimarga, Kalanganyar dan Cibadak dengan jarak ke bendungan 0,6 hingga 12,5 kilometer. Potensi tinggi banjir yang terjadi bisa mencapai lebih dari 5 meter dengan waktu tiba air selama 0,5 hingga 2 jam. Jumlah jiwa terdampak sebanyak 116.952 jiwa.


Daerah kedua yakni Kabupaten Serang dengan 117 desa terdampak, di Kecamatan Tunjungteja, Pamarayan, Bandung, Cikande, Kibin, Binuang, Carenang dan Tanara. Kemudian, Cikeusal, Petir, Kragilan, Lebakwangi, Ciruas, Pontang, serta Tirtayasa.
 
Jarak daerah terdampak ke bendungan 12 hingga 48 kilometer. Potensi tinggi banjir yang terjadi bervariatif, mulai dari 2 hingga lebih dari 5 meter dengan waktu tiba air dua hingga empat jam. Sementar jumlah jiwa terdampak sebanyak 385.878 jiwa.

Sedangkan Kabupaten Tangerang dengan 26 desa/kelurahan terdampak di Kecamatan Kresek, Gunungkaler, Mekarbaru, Kronjo, Kemiri dan Mauk. Potensi tinggi banjir yang terjadi adalah 1 hingga 2 meter, dengan waktu tiba air 3 hingga 3,5 jam, dengan jarak ke bendungan 33 hingga 46 kilometer. Jumlah jiwa terdampak sebanyak 77.201 jiwa.


Kepala BBWSC3 Tris Raditian mengatakan, pada dasarnya pengerjaan bendungan memiliki resiko yang tinggi. Terlebih Bendungan Karian memiliki volume tampung mencapai 314 juta meter kubik. Oleh karena itu perlu disusun RTD sebagai bentuk mitigasi.


“Misalnya kita naik pesawat, kan pesawat sudah dibuat secanggih demikian, tetapi secanggih apapun kan manusia kemampuannya 99 persen, 1 persennya ditangan Allah SWT. Artinya ketika orang mau naik pesawat disampaikan pramugari, kalau terjadi begini-begini harus memakai pelampung pengamanan diri. Nah itu sama seperti itu. Tapi  bukan berarti nanti bakal jatuh atau apa. Tapi tetap berikhtiar,” ujarnya.


Ia menjelaskan, jika terjadi jebol ada beberapa kabupaten/kota yang terdampak. Pihaknya pun kini terus melakukan pembaruan data agar upaya preventif dampak resiko.“Tetap membuat upaya preventif, jangan bendungan ada yang retak baru mau bikin maket (RTD) kan enggak mungkin. Jadi jauh-jauh hari sebelum bangunan jadi sudah membuat perencanaan yang matang untuk tindak darurat,” katanya.


Meski demikian, dia memastikan bahwa pembangunan Bendungan Karian dilakukan dengan pengawasan yang super ketat. Bahkan mereka tak mentoleransi bagian terkecil material bendungan yang tak sesuai spesifikasi. Adapun progres pembangunan bendungan saat ini telah mencapai 52,6 persen dan ditargetkan sudah beroperasi pada akhir 2019.

 
“Pra konstruksi hingga itu selesai semua diawasi dengan sangat ketat. Dia nanti mempunyai resiko sangat tinggi, mempunyai resiko tinggi jadi semua harus kita sertifikasi dan memang diawasi oleh pusat. Monitoring tidak akan berhenti. Sempat ada masalah untuk timbunan batunya. Batunya khusus, bukan batu sembarangan, kalau tidak cocok ya kita reject (tolak). Kita harus betul-betul sesuai spesifikasi. Pengecekan berlapis, dari pusat datang terus menerus,” ungkapnya.


Pelaksana harian (Plh) Sekda Banten Ino S Rawita menyakini fisik bendungan akan dibangun dengan sebaik-baiknya. Akan tetapi tetap diperlukan upaya antisipasi jika terjadi hal yang tak diinginkan, sebab Indonesia adalah negara yang rentan terjadi bencana.“Harus dipersiapkan secara matang jadi persiapan tak kala terjadi bencana. Bendungan dibuat sebaik-baiknya dengan konstruksi yang sebenar-benarnya. Benar-benar kita melihat tak hanya dari sisi positifnya, tapi kita lihat juga sisi negatif,” tuturnya.


Pertamuan dengan BBWSC3, kata dia, nantinya akan ditindaklanjuti oleh Pemprov Banten dengan menggelar latihan dampak bencana Bendungan Karian. “Bencana dikelola dengan baik, sehingga mengurangi dampak bencana ini. Akan ada latihan BPBD (badan penanggulangan bencana daerah) di 4 kabupaten/kota, satu lagi itu Kota Serang nanti. Persiapan ketika terjadi bencana,” jelasnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook