Peguron Merpati Putih Rehabilitasi Tunanetra

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Selasa, 28 Agustus 2018 - 14:30:19 WIB   |  dibaca: 46 kali
Peguron Merpati Putih Rehabilitasi Tunanetra

JAJAL PESILAT : Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany mencoba kemampuan salah satu pesilat dengan metode getaran, di BSD, Serpong, Minggu (26/8).

TANGSEL - Perguruan Pencak Silat Merpati Putih Cabang Kota Tangerang Selatan (Tangsel)tak hanya membina generasi muda Tangsel untuk mempelajari ilmu beladiri, tapi kini mulai fokus lakukan rehabilitasi kepada para penyandang tunanetra yang ada di Tangsel.


Wakil Ketua Perguruan Pencak Silat Merpati Putih cabang Kota Tangsel, Richard Kartiko mengatakan, tujuan diadakannya rehabilitasi terhadap para tunanetra agar mereka bisa mandiri tanpa menggunakan tongkat atau bantuan orang lain."Sebagai mana kita tahu, imej masyarakat tunanetra ini kan selalu tukang pijit. Makanya dengan diadakannya pelatihan ini, kita ingin mereka mandiri, tanpa menggunakan tongkat ataupun bantuan orang lain," kata Richard di BSD, Serpong, Minggu (26/8).


Hadir dalam pelatihan dan rehabilitasi kepada tunanetra, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dan Anggota Komisi l DPRD Provinsi Banten, Zaid Elhabib.Richard menjelaskan, ada beberapa materi yang diberikan kepada para tunanetra berjumlah 12 orang tersebut, diantaranya meliputi warna, kecepatan, volume, dan komposisi berbagai objek. "Meraka kita berikan latihan sejak bulan puasa lalu. Target kita memberikan pelatihan selama 6 bulan dengan metode getaran yang dimiliki para pesilat merpati putih," ungkapnya.


Diakui Richard, ada tingkat kesulitan dalam memberikan pelatihan kepada para tunanetra. Namun dengan ilmu getaran yang dimiliki para pesilat perguruan Merpati Putih, tingkat kesulitan tersebut dapat dilalui."Kita melatih mereka selama 2 kali seminggu. Kami optimis bila priode enam bulan ini, para tunanetra mampu mengenali warna yang ada di sekeliling mereka," bebernya.


Anggota Komisi l DPRD Provinsi Banten, Zaid Elhabib mengemukakan, pihaknya akan terus mendorong adanya pembinaan dan pelatihan terhadap kaum difabel terutama para penyandang tunanetra agar benar-benar bisa mandiri tanpa bantuan tongkat maupun bantuan orang lain.


"Walaupun baru beberapa bulan, saya lihat progressnya sudah mulai terlihat. Salah satunya mereka mulai mengenali warna. Ini yang saya rasa cukup menarik untuk melakukan pembinaan kepada tunanetra di Tangsel," ujarnya.


Menurutnya, pelatihan kepada tunanetra, harus dilakukan secara berkesinambungan agar mereka bisa hidup mandiri layaknya manusia normal pada umumnya."Tapi itu tadi, pelatihan dan pembinaan dilakukan secara berkesinambungan. Karena tadi saya lihat, mereka sudah mengenal warna-warna spesifik," ungkapnya.


Sementara itu, Walikota Airin Rachmi Diany mengapresiasi pemberian pelatihan yang dilakukan perguruan pencak silat kepada Merpati Putih kepada para tunanetra yang ada di Tangsel. Karena, dengan adanya pelatihan tersebut, perguruan silat Merpati Putih memiliki kepedulian terhadap sesama. "Ini langkah positif yang harus diapresiasi oleh semua pihak, termasuk pemerintah. Karena dengan pelatihan tersebut, kita sama-sama berharap para tunanetra bisa hidup mandiri," tandasnya. (*/marjuki)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook