Curi Pohon Perhutani, Tiga Warga Anyer Dipenjara

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 28 Agustus 2018 - 14:35:05 WIB   |  dibaca: 509 kali
Curi Pohon Perhutani, Tiga Warga Anyer Dipenjara

PENANGKAPAN : Tim kuasa hukum dari LBH Rakyat Banten Robi Yusuf (kiri) menjenguk warga yang ditahan di Lapas Cikerai, Sabtu (26/8).

SERANG – Tiga warga Kampung Garung, Desa Sindangmandi, Kecamatan Anyer, yakni Kurdi, Daman, dan Amin ditangkap dan dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cikerai, Kota Cilegon pada Selasa (7/8) lalu. Ketiga warga tersebut ditangkap karena mencuri empat batang pohon mahoni dan satu batang pohon kemiri di Kawasan Perhutani, di Gungung Kapuang, Kecamatan Anyer.


Dalam rilis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rakyat Banten kepada Banten Raya, ketiga orang warga tersebut dijerat dengan pasal 82 Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Adapun jumlah total hasil penjualan dari pencurian kayu tersebut sebesar Rp1.200.000, setelah dipotong ongkos dan operasional masing-masing hanya mendapatkan Rp200.000.


Tim kuasa hukum LBH Rakyat Banten Robi Yusuf mengatakan, kasus pencurian kayu oleh warga tersebut terjadi pada 6 Agustus. Namun saat menebang pohon kemiri pada 7 Agustus ketiga orang tersebut disergap anggota polisi dari Polsek Anyer. “Pelaku langsung ditahan setelah dilakukan pengembangan kasus. Ketiga warga mengakui dan memberitahu menjualnya ke penadah,” kata Robi, Senin (27/8).


Pihaknya sedang menelusuri kasus pencurian lima batang pohon kayu tersebut, serta mengupayakan langkah hukum agar ketiga warga tersebut ditangguhkan penahanannya. “Sedang kita telusuri, tapi kalau pernyataan dari kepolisian katanya berdasarkan laporan. Laporan itu entah dari pihak Perhutani atau dari masyarakat, kalau dari masyarakat enggak mungkin karena pohonnya milik Perhutani,” ujarnya.


Robi bersama tim LBH Rakyat Banten akan mengawal kasus tersebut hingga ke persidangan, jika permohonan penangguhan penahanan tidak dikabulkan. “Lokasi pencuriannya di Gunung Kapuang, letaknya blok Cisalak. Warga yang ditahan warga Kampung Garung, Desa Sindangmandi. Kalau keluarganya syok, karena mereka semua punya anak, kita berharap sih ada kebijakan lain,” tuturnya.


Ia mengungkapkan, pihak keluarga telah bersedia untuk menjamin untuk penangguhan penahanan. Menurutnya untuk bebas tidak mungkin karena ketiga warga tersebut terbukti melanggar undang-undang. “Walaupun secara yuridis formil bersalah tapi seharusnya tidak dilakukan penahanan dan tidak dilanjutkan ke proses hukum karena tidak memenuhi syarat, terlebih yang melakukan perorangan bukan koprorasi,” katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook