Pemasangan Pipa Gas Tidak ada Koordinasi

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 28 Agustus 2018 - 14:37:06 WIB   |  dibaca: 347 kali
Pemasangan Pipa Gas Tidak ada Koordinasi

MASIH KHAWATIR : Jaringan pipa gas dibiarkan semrawut di Kampung Sidungkul, Desa Serdang, Kecamatan Kramatwatu, Senin (27/8).

SERANG – Perusahaan Gas Negara (PGN) telah memasang jaringan pipa gas ke kampung-kampung di lima desa, di Kecamatan Kramatwatu. Lima desa yang dipasangi jaringan pipa gas yaitu Desa Serdang, Pejaten, Wanayasa, Toyomerto, dan Desa Kramatwatu. Namun demikian, pihak kecamatan tidak mengetahui terkait pemasangan jaringan pipa gas tersebut karena tidak pernah ada komunikasi dan koordinasi.


Camat Kramatwatu Wawan Setiawan mengatakan, pihaknya tidak begitu hafal terkait progres pemasangan jaringan pipa gas oleh pihak PGN. “Saya enggak tahu perkembangannya sudah sampai mana. Malahan baru tadi (kemarin-red) orang PGN-nya datang ke sini (kantor-red), ngasih tahu mau masang terminalnya. Jadi kita tidak tahu siapa saja warga yang rumahnya dipasangi jaringan gas (jargas),” kata Wawan, Senin (27/8).


Wawan mengungkapkan, ada beberapa warga yang mengeluhkan terkait pemasangan jaringan pipa gas, karena tanah bekas galiannya tidak langsung dibereskan setelah selesai pemasangan. “Tadi (kemarin -red) saya tegaskan ke orang PGN dan konsultannya agar setelah selesai dipasang pipa gasnya, langsung rapihkan lagi, agar tidak mengganggu lalu lalang kendaraan warga. Saya belum tahu, apakah semua desa sudah dipasangi atau belum,” ujarnya.


Sesuai informasi yang diperolehnya, sebelum disalurkan ke rumah-rumah warga, jaringan pipa gas akan diuji coba dulu, apakah terdapat kebocoran atau tidak. “Tadi itu bilangnya, kalau sudah tujuh bulan akan dites dulu, baru kalau sudah tidak ada kerusakan atau kebocoran, tanah yang tadinya digali dibreskan lagi speerti semula. Kita belum kapan dipasang di rumah-rumah warganya. Kalau yang dipasangi ada 5.043 rumah,” ungkapnya.


Ia menuturkan, pendataan warga yang rumahnya dipasangi jargas langsung dilakukan oleh pihak PGN, sehingga pihaknya tidak mengetahui kategori warga yang mendapatkan jargas tersebut. “Kita tidak tahu apakah kategorinya miskin atau gimana yang mendapatkan, yang jelas sebelum hari ini tidak pernah ada koordinasi. Untuk pemasangan saja kalau ada komunikasi, dari kita bisa melakukan pendampingan,” katanya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook