Kekeringan Terus Meluas

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 28 Agustus 2018 - 14:38:54 WIB   |  dibaca: 285 kali
Kekeringan Terus Meluas

KEKERINGAN : Tanaman padi di Desa Pegandikan, Kecamatan Kramatwatu, kekurangan air, Senin (27/8).

SERANG – Seluas 1.429 hektar tanaman padi di 25 kecamatan di Kabupaten Serang mengalami kekeringan akibat. Selain faktor cuaca, normalisasi irigasi induk Pamarayan juga menyebabkan aliran air sangat terbatas bahkan tidak ada. Adapun tanaman padi yang paling terdampak kekeringan yaitu di Kecamatan Jawilan, Bandung, Cikuesal, dan Kecamatan Kramatwatu.


Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang Zaldi Duhana mengatakan, musim kemarau tahun ini cukup mengganggu tanaman padi di Kabupaten Serang, meski tidak sampai menimbulkan puso. “Kemarin-kemarin itu 1.309 hektar yang mengalami kekeringan. Sekarang ini sudah 1.429 hektar yang terdampak kekeringan,” kata Zaldi, Senin (27/8).


Tidak hanya mengalami kenaikan jumlah luas lahan, namun juga beberapa tanaman padi kondisi kekeringannya mengalami peningkatan status. “Yang naik status dari ringan menjadi berat ada sekitar 162 hektar, sebelumnya di bawah itu. Kemudian yang kekeringannya sedang sekitar 483 hektar. Yang puso belum ada. Kalau yang kekeringannya berat, usianya berkisar antara 50 sampai 90 hari,” ungkapnya.


Zaldi menuturkan, meski pada saat ini tanaman padi yang mengalami kekeringan cukup luas, namun dipastikan tidak mempengaruhi target produksi gabah kering giling. “Target produksi padi kita di angka tanam 92.000 hektar, kita sudah menanam 89.000 hektar sampai bulan Agustus ini. Jadi Insya Allah targetnya tercapai. Dikatakan mengganggu produksi kalau pusonya sudah melebihi 4.000 hektar,” paparnya.


Untuk masa tanam tahun ini, lanjut Zaldi, akan dimulai lagi pada September bulan depan untuk masa panen pada Desember akhir tahun. “Hasil rekonsiliasi data dengan BPS (Badan Pusat Satatistik) produksi kita sudah lebih 13,5 persen dibandingkan sasaran. Produksi kita itu 520 ribu ton gabah kering giling, sampai bulan Agustus ini produksi kita sudah diangka 475 ton gabah kering giling. Jadi akhir tahun bisa surplus,” ujarnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook