4 Ton Ketumbar Campur Kimia Diamankan

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Selasa, 28 Agustus 2018 - 14:46:23 WIB   |  dibaca: 793 kali
4 Ton Ketumbar Campur Kimia Diamankan

BERBAHAYA : Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan memperlihatkan contoh ketumbar yang sudah tercapur zat kimia hidrogen peroksida, Senin (27/8).

SERANG - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Serang berhasil mengamankan 4,25 ton rempah-rempah jenis ketumbar yang dicuci menggunakan cairan kimia hidrogen teroksida atau H2O2 di Desa Bendung, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.


Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan mengungkapkan, barang bukti diamankan dalam bentuk 170 karung ketumbar dengan berat 25 kilogram setiap karungnya dan puluhan drum plastik cairan H2O2. Kasus itu terungkap pada bulan Juli 2018 lalu.


"Dari hasil laboratorium dan pemeriksaan dari ratusan karung ketumbar, ada sekitar 825 kilogram ketumbar yang sudah tercampur dengan bahan kimia," katanya kepada Banten Raya di Mapolres Serang, Senin (27/8).


Dalam kasus itu, polisi juga bekerjsama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). "Yang digunakan untuk campuran yaitu bahan kimia H2O2. Apabila dikonsumsi memiliki dampak buruk bagi kesehatan, bahkan bisa mematikan," ungkapnya.


Indra menjelaskan ketumbar yang sudah tercampur bahan kimia itu, rencananya akan didistribusikan ke sejumlah pasar di Jakarta. Setiap kilogramnya, pemilik ketumbar bisa mendapatkan keuntungan hingga dua kali lipat. "Dia membeli ketumbar itu seharga Rp6 ribu sampai Rp8 ribu per kilogramnya. Jika sudah dicampur kimia, dia menjualnya kembali dengan harga Rp12 ribu per kilogramnya," jelasnya.


Indra menambahkan ketumbar yang sudah dicampur dengan kimia akan terlihat lebih bersih. Hal itu yang menyebabkan harga ketumbar menjadi mahal di pasaran."Satu gelas takaran digunakan untuk satu karung ketumbar. Setelah dijemur, ketumbar itu kembali dimasukan ke dalam karung," jelasnya.

Indra menegaskan, dalam kasus pencucian ketumbar dengan cairan kimia tersebut, pihaknya telah menetapkan Kasman (51), warga Desa Bendung sebagai tersangka. Dari keterangan tersangka, dirinya sudah satu tahun ini melakukan bisnis ketumbar bercampur kimia tersebut.


"Pelaku terancam kurungan 10 tahun penjara usai Pasal 136 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1995 tentang Tindak Pidana Pangan yang dicampur dengan bahan berbahaya," tegasnya.
Selain Kasman, Indra mengungkapkan saat ini pihaknya juga tengah memburu pemasok bahan kimia yang identitasnya sudah diketahui kepolisian.  "Untuk barang bahan kimia didapat dari Jakarta Barat dari saudara TS," ungkapnya. (darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook