Medali Emas Lampaui Target

nurul roudhoh   |   Internasional  |   Selasa, 28 Agustus 2018 - 14:51:53 WIB   |  dibaca: 256 kali
Medali Emas Lampaui Target

PANEN MEDALI : Iqbal Candara Pratama saat melawan Noch Toan Nguyen dari Vietnam pada pertandingan final nomor 60-65 kg di Padepokan Pencak Silat, TMII, Senin (27/8). Iqbal berhasil meraih emas untuk Indonesia.

JAKARTA - Perebutan medali emas Asian Games 2018 masih tersisa empat hari ke depan. Masih ada 175 medali emas yang bakal diperebutkan. Tetapi, kontingen Indonesia dengan tegas sudah mengumpulkan 22 medali emas, 15 perak dan 27 perunggu hingga tadi malam (pukul 20.30 WIB).

Capaian tersebut sudah melampaui target medali yang dicanangkan pemerintah, yakni 16 emas. Dari data medali yang ada, terdapat beberapa cabor kejutan yang memberikan sumbangan medali bagi kontingen Merah Putih.

Cabor pencak silat misalnya, mereka menjadi lumbung medali bagi Indonesia sejauh ini. Dari pencak silat, Indonesia menyapu bersih delapan medali emas yang diperebutkan pada final pertama kemarin. Tiga nomor seni plus lima nomor tanding sepenuhnya menjadi milik pesilat Indonesia.

Padahal sebelumnya, PB IPSI mencanangkan minimal 4 hingga 5 medali emas dari pencak silat. Capaian tersebut bisa meningkat seiring dengan potensi Indonesia yang masih tersisa di sejumlah cabor.

Hari ini, Indonesia dipastikan mengamankan satu medali emas dari bulu tangkis nomor ganda putra. “Ini merupakan prestasi terbaik kami, hitung-hitung buat kado ulang tahun saya,” ujar Herry Iman Pierngadi, pelatih ganda putra Indonesia.

Selain itu, Tunggal putra juga bisa menambah pundi-pundi medali dengan catatan Jonatan Christie mampu mengamankan laga final.Pada nomor lain, panahan juga menempatkan Diananda Choirunnisa yang berada dari nomor recurve individu putri. Selanjutnya, besok (29/8) masih ada pencak silat yang menempatkan enam wakil Indonesia. Dengan capaian saat ini, Indonesia bisa finis minimal dengan capaian 25 medali emas.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat keempat pada klasemen sementara Asian Games 2018. Mengacu edisi Asian Games sebelumnya, peringkat ke-4 mendulang 24-28 medali emas. Dengan sebaran seperti itu, potensi Indonesia mengamankan dua target, medali dan peringkat (minimal 10 besar) bisa tercapai.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan meledaknya cabor-cabor non—olimpic dianggapnya tidak jadi masalah. Pencak Silat misalnya, yang merupakan cabor baru di Asian Games 2018 juga tetap harus diapresiasi dengan baik. ’’Jadi begitni, kami sekali lagi tidak ingin membeda-bedakan olimpic atau non-olompic. Apapun itu adalah sebuah pencapaian, tetap diapresiasi,’’ ujarnya.

Tapi, Imam menegaskan tidak menutup mata dengan adanya medali dari cabor olimpic. Dia melihat ada kans besar untuk memperbaiki prestasi Indonesia di Olimpiade Tokyo, Jepang pada 2020 mendatang. Karena itu, pemerintah sendiri bakal kembali melanjutkan kebijakan yang sama dengan Asian Games 2018 dalam melakukan persiapan tim menuju event olahraga terbesar se-jagad tersebut.

Misalnya saja penganggaran untuk melakukan try out ke luar negeri. Imam melihat hal tersebut sangatlah berguna bagi atlet. Dengan banyaknya uji coba ke luar negeri, mental bertanding akan terbentuk dan bakal berguna menghadapi event-event besar seperti Asian Games 2018. ’’Mereka terbiasa dengan suasana seperti itu. akan kami perbanyak nantinya,’’ paparnya.

Mengenai fasilitas, Imam bersyukur ajang Asian Games 2018 kali ini memberikan banyak kemudahan bagi para atlet. Venue-venue ke depannya bisa dipergunakan dengan baik. ’’Ini sudah standar dan kualitas terbaik. Jadi sudah tidak kebingungan lagi untuk cari lokasi latihan atau training camp,’’ bebernya.

Nah, agar persiapan menuju Olimpiade Tokyo, Jepang 2020 mendatang, usai Asian Games 2018 akan ada evaluasi. Terutama cabor-cabor yang tidak memenuhi target. Pihaknya akan melihat dan menilai mana cabor-cabor yang punya kans besar untuk mendulang prestasi di Tokyo. ’’Ya kami akan lakukan evaluasi secepatnya setelah Asian Games 2018 selesai. Kami ingin prestasi yang bagus ini diteruskan lagi,’’ ucapnya.

Sementara itu, mantan perenang top Indonesia, Richard Sam Bera menyampaikan memang ada beberapa evaluasi yang harus dijalankan pemerintah. Khususnya terkait treatment cabang olahraga olimpiade yang secara teknis tertinggal di Asian Games kali ini.“Poinnya adalah, semua pihak harus bekerja sama membantu pembinaan cabor olimpiade ini,“ ujarnya. (jpg)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook