Ratusan Barang Bukti Dimusnahkan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 30 Agustus 2018 - 12:26:00 WIB   |  dibaca: 172 kali
Ratusan Barang Bukti Dimusnahkan

MUSNAHKAN BARANG BUKTI : Pemusnahan barang bukti perkara pidana dilakukan dengan cara dibakar oleh Kepala Kejari Cilegon Andi Mirnawaty bersama Forkompinda Cilegon di Halaman Kantor Kejari Cilegon, Rabu (19/8).

CILEGON - Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon memusnahkan ratusan barang bukti kasus penyalahgunaan narkoba, senjata api (Senpi), senjata tajam (Sajam), telepon genggam, hingga garam dapur. Barang bukti dari penyalahgunaan narkoba menjadi paling mendominasi. Pemusnahan barang bukti dilakukan di Halaman Kantor Kejari Cilegon di Kavling, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon, Rabu (29/8).


Berdasarkan Pantauan Banten Raya, pemusnahan barang bukti dilakukan oleh Kepala Kejari Cilegon Andi Mirnawaty, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Cilegon. Barang-barang yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil ungkap kasus selama kurun waktu antara Januari hingga Juli 2018. Pemusnahan barang bukti narkoba dilakukan dengan cara dibakar dalam tong. Sementara untuk senpi dan sajam dipotong menggunakan mesin pemotong besi.

Kepala Kejari Cilegon Andi Mirnawaty mengatakan, pemusnahan barang bukti itu adalah bagian dari tugas Kejari yang diatur dalam pasal 270 KUHAP, bahwa pemusnahan barang bukti yang sudah berkekuatan hukum tetap itu dilakukan oleh jaksa.

"Pemusnahan ini adalah bagian dari tahapan eksekusi barang bukti. Selain eksekusi terhadap orang, dalam hal ini pelakunya. Pemusnahan barang bukti ini sendiri akan dituangkan dalam berita acara," kata Andi usai proses pembakaran kepada Banten Raya, kemarin.


Menurut Andi, selama Januari sampah Juli 2018 sudah ada 59 perkara yang memunyai keputusna hukum tetap. Barang bukti sudah bisa dimusnahkan. "Narkotika menjadi paling mendominasi," tuturnya.


Selain melakukan penindakan kasus, tambah Andi, pihaknya berharap kepada pemerintah baik itu Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, Polres Cilegon, Badan Narkotika Nasional (BNN) Cilegon, dan elemen masyarakat yang lain untuk mengawasi peredaran narkoba. "Kami berharap pencegahannya yang diutamakan," tambahnya.


Andi menjelaskana, pada awal sampai pertengahan 2018 ini, sudah ada 59 kasus. Sementara, pada semester kedua 2017 lalu, ungkap kasus hanya sekitar 30 kasus saja. "Memang ada peningkatan perkara, didominasi narkoba," jelasnya.

Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Barang Bukti dan Rampasan pada Kejari Cilegon Ria Ramadhayanti mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 59 perkara. Paling mendominasi jenis narkoba ada beberapa macam seperti ganja 208,0768 gram, sabu-sabu 5,9162 gram, tembakau gorila 34,5433 gram, Pil heximer 641 butir, dan pil tramadol 1.225 butir.

"Alat hisap sabu atau bong 12 buah. Ada jug garam dapur 200 bungkus dan 100 bal yang tidak memiliki izin edar. Itu semua kita bakar," katanya.Selain narkoba, tegas Ria, beberapa barang bukti yang dimusnahkan dengan cara dipotong menggunakan mesin pemotong besi adalah senjata api satu buah dan smebilan buah sajam dipotong. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook