Disatukan Pelukan Hanifan

nurul roudhoh   |   Banten Sport  |   Kamis, 30 Agustus 2018 - 14:33:45 WIB   |  dibaca: 300 kali
Disatukan Pelukan Hanifan

AKUR DONG : Hanifan Yudani Kusumah berangkulan dengan Presiden Joko Widodo dan Ketua IPSI Prabowo sesuai memenangi nomor 55-60 kg kelas C putra di Padepokan Silat TMII, Rabu (29/8).

JAKARTA - Pesilat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah berhasil membuat Jokowi dan Prabowo berada dalam satu pelukan. Begini ceritanya. Hanifan yang turun di final kelas 55-60 kg putra di Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta, Rabu (29/8) sore, menang dramatis dalam laga ketat melawan pesilat Vietnam, Thai Linh Nguyen. Hanifan melewati laga penuh drama dan trik itu dengan kemenangan tipis 3-2.


Usai memenangi pertarungan, pesilat Indonesia yang baru berusia 20 tahun itu terharu dan menangis. Setelah mendapatkan bendera Merah Putih untuk mengalungi dan menyelimuti tubuhnya, Hanifan lalu naik ke tribun tempat Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Gerindra sekaligus Ketua PB IPSI Prabowo Subianto serta sejumlah elite lainnya duduk menyaksikan perjuangan Hanifan.


Pesilat dengan gaya rambut unik itu menyalami semua tangan di bangku istimewa tersebut. Setelah bersalaman dengan Jokowi, Hanifan menyalami Prabowo. Hanifan lama berada dalam pelukan Prabowo, ketuanya.


Setelah itu, tiba-tiba Hanifan membawa Jokowi dan Prabowo mendekat. Hanifan lalu merangkul Jokowi dan Prabowo dalam pelukannya, diselimuti bendera Merah Putih.Presiden Joko Widodo sendiri mensyukuri perolehan medali kontingen Indonesia di Asian Games 2018 yang telah melampaui target yang sebelumnya ditetapkan. Ia mengatakan, selain karena perjuangan dan kerja keras para atlet dan pelatih, itu juga buah dari penyederhanaan birokrasi yang dilakukan oleh pemerintah.


"Harus kita syukuri, alhamdulillah bahwa target 16 besar yang pertama sudah dilampaui. Ini saya kira perjuangan panjang para atlet dan pelatih baik tryout-tryout di luar yang jangka waktunya saya lihat tidak sebulan-dua bulan," katanya.


Sementara di tingkat manajemen, mantan gubernur DKI Jakarta itu mengatakan penyederhanaan birokrasi keuangan membuat anggaran bisa sampai dengan tepat ke cabang-cabang olahraga dan para atlet, sehingga program pelatihan dapat berjalan dengan baik. Imbasnya, semangat para atlet untuk berlatih kian meningkat.


Tata kelola pembinaan atlet sekarang tidak seperti dulu yang kurang berpihak ke atlet. Tidak terpenuhinya target di Sea Games 2017 misalnya, merupakan salah satu faktor yang membuat pemerintah mengambil langkah mengubah tata kelola pembinaan atlet tersebut.


Di Sea Games 2017 lalu, Indonesia hanya mampu bertengger di posisi kelima dengan mengumpulkan 38 emas, 63 perak dan 90 perunggu. Salah satu faktor penyebabnya adalah sering terlambatnya honor atlet dan peralatan. Selain itu pengiriman untuk latihan di luar negeri juga sering terkendala.


Oleh karena itu, Presiden menerbitkan Peraturan Presiden No 95 Tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional yang mulai berlaku tanggal 20 Oktober 2017 lalu. Prestasi Indonesia yang meningkat di Asian Games 2018 ini merupakan salah satu buah hasilnya.


Sementara itu, cabang olahraga pencak silat panen emas degan mendulang total 14 medali emaspada Asian Games 2018. Dengan sumbangan itu, untuk sementara kontingen Indonesia mantap berada di posisi ke-4 Asian Games dengan raihan 30 emas, 22 perak, dan 36 perunggu. (jpnn)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook