Kekeringan, Warga Gunakan Air Keruh

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Jumat, 31 Agustus 2018 - 12:23:40 WIB   |  dibaca: 543 kali
Kekeringan, Warga Gunakan Air Keruh

KOTOR : Salah satu warga mencuci pakaian di pinggir Sungai Cimoyan, Kecamatan Picung yang kondisinya keruh, kemarin.

PANDEGLANG – Sedikitnya 10 kampung di Kecamatan Picung belakangan ini dilanda kekeringan. Akibatnya, warga terpaksa memanfaatkan aliran Sungai Cimoyan yang masih tersisa dan airnya keruh. Ada juga warga yang menggali sumur di pinggir sungai untuk mendapatkan air bersih.


Berdasarkan catatan Banten Raya, 10 kampung yang warganya memanfaatkan Sungai Cimoyan adalah Leuwibuluh, Babakan Kembang, Cimoyan, dan Sindangresmi di Desa Ciherang; Ciuyang, Desa Kolelet, serta Pamatang, Cimoyan Hilir dan Bungur Copong di Desa Bungur Copong.


Heri, warga Desa Ciherang mengatakan, kesulitan air bersih dirasakan warga setiap datang kemarau. Sumur atau timba yang biasa digunakan warga, menurut Heri, rata-rata sudah kering. Untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK) warga tidak punya pilihan selain menggunakan air Cimoyan. “Kesulitan air bersih selalu terjadi saat kemarau seperti yang terjadi saat ini. Untung saja masih ada Sungai Cimoyan yang masih ada airnya. Walaupun keruh dan kotor air sungai sangat membantu,” kata Heri, kemarin.


Untuk keperluan minum, Heri menyatakan sebagian warga menggali sumur di pinggir-pinggir sungai. Cara ini sudah lazim dilakukan karena warga meyakini masih ada air di dalam tanah yang bisa digunakan untuk memasak dan minum. “Bagi warga yang punya uang biasanya membeli air dengan harganya Rp 5.000 per jeriken,” jelasnya.


Warga lainnya, Badriwijaya menyatakan, kualitas air Cimoyan buruk lantaran di hulu sungai terjadi penambangan pasir. “Saat kemarau banyak penambang pasir sungai. Akibatnya air keruh dan sisa pencucian pasir. Harusnya aktivitas penambangan dihentikan selama kemarau atau dibuatkan sumur bor yang bisa menghasilkan banyak air,” kata Badri.


Terpisah, Camat Picung, Ahmad Fitoni membenarkan jika wilayahnya tengah dilanda kekeringan. Fenomena ini, kata camat, terjadi setiap musim kemarau. “Kecamatan Picung memang dikategorikan daerah rawan kekeringan. Kemarau kali ini kekeringan tengah terjadi yang ditandai dengan banyaknya warga yang pergi ke sungai,” kata camat.


Terkait dengan kualitas air sungai yang buruk, camat mengimbau kepada waraga agar tetap berhati-hati terutama jika hendak mengkonsumsi air. “Air yang keruh bisa menyebabkan penyakit. Kami harap warga waspada dan membiasakan memasak air hingga matang atau mencari sumber air lain yang bersih. Pemerintah juga terus melakukan upaya misalnya meminta bantuan ke BPBD dan PDAM,” katanya. (muhaemin)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook