190 Insinyur Dikirim ke Lombok

nurul roudhoh   |   Nasional  |   Jumat, 31 Agustus 2018 - 12:52:52 WIB   |  dibaca: 226 kali
190 Insinyur Dikirim ke Lombok

BELUM PULIH : Anggota polisi membantu warga membersihkan puing-puing rumah di Lombok Barat, Rabu (29/8).

JAKARTA – 190 orang insinyur muda Kementerian PUPR telah tiba di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, kemarin (30/8). Mereka diterbangkan dengan pesawat Hercules milik TNI AU dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Keberangkatan dilakukan dalam dua kelompok terbang (kloter) yakni pukul 08.00 WIB sebanyak 90 orang dan pukul 08.30 WIB sebanyak 100 orang. Menurut rencana, para insinyur akan diterbangkan dalam 4 kloter.   

Dua kloter lainnya sebanyak 281 orang insinyur akan diberangkatkan pada pada hari ini (31/8). Sehingga jumlah total seluruhnya adalah 471 insinyur. Mereka diterbangkan menggunakan pesawat Hercules dari Lapangan Udara (Lanud) Halim Perdana Kusuma. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dijadwalkan akan melepas secara langsung.

Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Halim Perdanakusuma Letkol Komarudin mengatakan, hari ini dua unit pesawat hercules TNI AU kembali menerbangkan ratusan insinyur Kementerian PUPR dari Lanud Halim Perdanakusuma ke Lanud Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Rembiga, Lombok.   

Khusus pengiriman ratusan insinyur itu, TNI AU hanya memfasilitasi pesawat saja. Personel dan peralatan semua dari Kementerian PUPR. Senada dengan Komarudin, Kasiang Lanud Halim Perdanakusuma Letkol Yosep pun menyampaikan bahwa pemberangkatan ratusan insinyur Kementerian PUPR dari Jakarta dimulai hari ini. ”Rencananya begitu,” imbuhnya.

Para insinyur tersebut akan mendampingi proses pembangunan di Lombok dan wilayah NTB lain yang terkena gempa.  PUPR menargetkan  masa rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab dan rekon) pasca gempa, pembangunan dan perbaikan rumah sudah dimulai 1 September 2018 dan akan selesai dalam waktu enam bulan.

“Ini adalah tugas mulia dapat membantu saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Barat melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi hunian mereka. Saya berharap betul-betul bisa melaksanakan tugas dengan baik,” kata Sekjen PUPR Anita Firmanti saat melepas keberangkatan kloter satu dan dua kemarin.

Setiba di Lapangan Udara Pangkalan TNI AU Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), para insinyur muda yang merupakan CPNS PUPR tahun 2017 akan mendapatkan pengarahan dari Ketua Harian Satuan Tugas Pelaksana Penanggulangan Bencana PUPR yang juga Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Keterpaduan Pembangunan A. Gani Gazali mengenai tugas, situasi dan kondisi lapangan.

"Bentuk penugasannya adalah CPNS tidak membuatkan rumah, namun memberikan pendampingan bagi masyarakat. Kemudian masyarakat sendiri yang akan membangun rumahnya masing-masing," kata Gani.

Gani mengatakan, sebelum diterjunkan mendampingi masyarakat, para insinyur akan diberikan pelatihan selama 2 hari mengenai pembuatan dan perakitan Rumah Instran Sederhana Sehat (Risha), program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Berbasis Komunitas (Rekompak) dan Socio Engineering.

Dalam penjelasannnya, Ghani menyampaikan konsep pembuatan Rumah Risha menggunakan beton modular dan mengaitkan satu bagian dengan bagian lain menggunakan baut, plat, dikunci dengan mur. Untuk dinding, masyarakat dapat menggunakan batu bata atau papan triplek sebagai dindingnya, kemudian atapnya menggunakan rumbia atau seng sebagai penutup. "Sisa bangunan yang ada di lapangan, apapun yang masih layak bisa mereka gunakan. Kunci utamanya adalah yakin dalam membangun struktur bangunannya," katanya.

Kementerian PUPR membentuk 21 tim CPNS yang akan disebar di 4 wilayah yaitu Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Barat, dan Lombok Tengah.  

Sementara itu, dari Istana Bogor, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan, upaya rehabilitasi sudah berlangsung. Khususnya perbaikan sarana publik seperti sekolah, rumah sakit, puskesmas, pasar, hingga tempat ibadah. Semua itu dikerjakan oleh tujuh BUMN dan empat konsultan pengawas. “Minggu presiden ke sana untuk ngecek itu,” ujarnya.

Adapun untuk pengiriman sumber daya manusia (SDM) ahli guna pendampingan rehabilitasi rumah warga, kata dia, prosesnya sudah berlangsung. “Besok di (Bandara) Halim ratusan insinyur muda berangkat lagi,” imbuhnya. Rata-rata mereka masih berstatus CPNS yang baru direkrut Kementerian PUPR tahun lalu. Soal teknis pendampingannya, lanjut dia, pemerintah nantinya akan membuat banyak tim.

Di mana masing-masing berisi sembilan orang yang terdiri dari TNI, CPNS, dan Mahasiswa. Nantinya, setiap tim melakukan pendampingan terhadap pembangunan seratus rumah. “Kalau besok sudah datang semua. Sabtu, Minggu dua hari di training. Awal September mulai kerja,” tuturnya. Dengan begitu niatan mempercepat proses pemulihan terealisasi. Korban gempa juga lebih cepat pulang ke rumah masing-masing.(jpg)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook