Kadinkes Banten Jadi Tahanan Kota

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Sabtu, 01 September 2018 - 11:42:56 WIB   |  dibaca: 722 kali
Kadinkes Banten Jadi Tahanan Kota

SERANG- Status penahanan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Banten Sigit Wardojo dialihkan menjadi tahanan kota. Pengalihan status tahanan kota tersangka dugaan korupsi pengadaan genset RSUD Banten itu diberikan penuntut umum Kejari Serang, Jumat (31/8).


“Tiga tersangka tetap dilakukan penahanan. Hanya saja, tahanan kota,” kata Kepala Seksi Penuntutan (Kasitut) Kejati Banten Eka Nugraha seperti dilansir Radar Banten, Jumat (31/8) malam.


Informasi diperoleh, Sigit Wardojo berserta dua tersangka lain, yakni Direktur CV Megah Teknik Endi Suhendi selaku pemenang lelang dan staf RSUD Banten M Adit Hirda tiba di Kejari Serang sekira pukul 13.40 WIB. Tersangka dugaan korupsi senilai Rp2,2 miliar tahun 2015 itu dikawal penuntut umum Kejati Banten.


Para tersangka digiring menuju ruang pemeriksaan pidana khusus (Pidsus) Kejari Serang. Tak lama kemudian, keluarga ketiga tersangka dan pengacaranya tiba di kantor Kejari Serang. Hingga pukul 18.00 WIB, ketiga tersangka masih menjalani pemeriksaan. “Para tersangka melalui pengacara meminta penangguhan penahanan. Keluarga menjadi penjamin bahwa tersangka tidak akan kabur,” kata Eka.


Diketahui, penyidik telah memeriksa belasan saksi dan ahli dalam penyidikan tersebut. Untuk melengkapi barang bukti, ruang direksi RSUD Banten dan kantor CV Megah Teknik, di Jalan Palima, Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, digeledah penyidik. Beberapa dokumen disita dari kedua kantor tersebut.


Lantaran telah dianggap cukup, Kamis (16/8), penyidik Kejati Banten memanggil Sigit  Wardojo, Sri Mulyati, Hastati Andarsih, Endi Suhendi dan M Adit Hirda. Seusai menjalani pemeriksaan, Endi dan Sigit langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II B Serang.

Sementara, Adit Hirda ditahan di Rutan Klas II B Pandeglang. “Barang bukti sudah disita dan saksi-saksi sudah diperiksa. Bila nanti, ada saksi tiba-tiba mengubah keterangan, tentu harus memiliki alasan yang sah,” beber Eka.


Sebelumnya, pengacara Adit Hirda, Peni Yudha mengaku telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada penuntut umum. “Selain klien kami, dua tersangka lain juga mengajukan penangguhan penahanan. Belum tahu diterima atau tidak,” kata Peni di sela-sela pemeriksaan.


Dia berharap permohonan penangguhan penahanan tersebut dapat dikabulkan oleh penuntut umum. Sebab, keluarga kliennya menjamin tersangka tidak akan kabur. “Jaminan dari pihak keluarga. Lagi pula, kerugian negara sudah dikembalikan,” kata Peni.


Sesuai audit dari Badan Pengawasan Pembangunan dan Keuangan (BPKP) Provinsi Banten, kerugian keuangan negara akibat proyek pengadaan genset itu mencapai Rp631 juta. Dugaan korupsi itu bermula dari penggelembungan harga (mark up) genset. “Tersangka SW (Sigit Wardojo-red) merupakan Plt Direktur RSUD Banten sekaligus PPK sekaligus KPA,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Serang Agustinus Olav Mangontan. (nda)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook