Pemkab Sinyalir Ada Mafia Tanah

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Senin, 03 September 2018 - 12:22:12 WIB   |  dibaca: 254 kali
Pemkab Sinyalir Ada Mafia Tanah

TINJAU LOKASI : Asda I Pemkab Serang Agus Erwana bersama pegawai kecamatan meninjau lokasi bakal relokasi bangunan sekolah di Kecamatan CIkeusal, belum lama ini.

SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang memantau proses pembayaran lahan yang digunakan untuk pembangunan tol Serang-Panimbang (Serbang). Pasalnya, Pemkab Serang menduga ada mafia yang bermain dalam proses pembayaran lahan milik warga.

Dugaan itu muncul setalah adanya pengakuan dari salah seorang warga di Kecamatan Cikeusal yang tanahnya belum dibayar baru pohonnya saja.“Kemarin saya melakukan pantauan lagi, ada katanya oleh PPTK (pejabat pelaksana teknis kegiatan) baru dibayar pohon-pohonnya saja tapi tanahnya belum, itu kan enggak mungkin. Makanya mau saya lacak nanti. Infonya baru minggu kemarin,” ujar Agus Erwana, Asda I Bidang Pemerintahan Pemkab Serang, saat ditemui disela-sela lomba mancing di Anyer, Minggu (2/9).


Ia memastikan, negara dalam membayar lahan warga yang dibebaskan tidak dengan cara dicicil namun dibayar seluruhnya, sehingga kasus pembayaran hanya pohonnya saja menjadi aneh. “Yang bilang itu yang punya tanahnya langsung. Itu di wilayah Cikeusal. Waktu saya tanya ngambil duitnya dimana, dia bilang ngambilnya dititipin ke saudaranya,” katanya.


Agus tidak menampik jika dalam proses pembayaran lahan tol Serang-Panimbang tersebut terdapat oknum yang bermain, namun jika benar ada maka hal tersebut dinilai terlalu berani. “Untuk pembayaran lahan sudah 90 persen. Tinggal ada beberapa lahan yang tidak bisa diselesaikan karena itu milik perusahaan tapi ditelantarkan, tapi dananya sudah dititipkan ke pengadilan,” tuturnya.


Disoal terkait proses pengganti gedung sekolah yang tergusur pembangunan tol Serang-Panimbang, mantan Pjs Sekda Pemkab Serang itu mengungkapkan, jika titik relokasi empat sekolah dasa (SD) yang tergusur sudah ada. “Titik relokasi sama gambarnya kita yang menentukan. Saya sudah minta diyakinkan oleh PPTKnya, mereka bilang tidak akan membongkar sekolah sebelum ada penggantinya,” ujarnya. (tanjung)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar



Masukan 6 kode diatas :
huruf tidak ke baca? klik disini refresh



Komentar Facebook