Bangli RTH Kejaksaan Diminta Dibongkar

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 04 September 2018 - 13:44:55 WIB   |  dibaca: 213 kali
Bangli RTH Kejaksaan Diminta Dibongkar

BANGLI RTH : Pengendara roda dua melintas di salah satu bangli di kawasan RTH Kejaksaan, Senin (3/9). Posisi bangli yang menutupi persimpangan sangat membahayakan pengguna jalan.

CILEGON – Warga Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon berharap adanya pembongkaran terhadap dua bangunan liar (Bangli) yang berada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) atau taman Kejaksaan. Selain membahayakan karena menghalangi pandangan pengendara, juga secara estetika tahu keindahan terlihat kumuh.


Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan dan Ketertiban Umum Kelurahan Bendungan Nurul Hidayati mengatakan, keinginan warga untuk membongkar bangli tersebut karena posisinya membahayakan.

Bahkan, sebelumnya warga sudah pernah menyampaikan langsung kepada Dinas Perumahan dan Kawasn Pemukiman (DPKP) Kota Cilegon untuk melakukan penertiban, sehingga selain aman juga akan terlihat lebih bagus. "Sudah pernah dilakukan pertemuan dan sudah ada mediasi antara pemilik warung (Bangli) dengan DPKP Kota Cilegon. Infonya menunggu proses penggantian dan pengalihan tempat oleh DPKP Kota Cilegon," katanya kepada Banten Raya, Senin (3/9).


Nurul menambahkan, bukan hanya dilakukan pembongkaran, kedepan juga disampaikan agar ada pengelolaan yang baik oleh DPKP Kota Cilegon, seperti adanya tempat centra Usaha Kecil dan Mikro (UKM), sehinga warga bisa memanfaatkannya untuk membangun perekonomian."Sudah disampaikan akan dibongkar dan coba diusulkan untuk dibuat centra UKM, sehingga para pedagang bisa tertata dengan rapi. Hasilnya juga taman akan sangat indah dilihat," tambahnya.

Nurul menyatakan, sampai sekarang warga masih menunggu proses eksekusi yang dilakukan oleh DPKP Kota Cilegon. Pasalnya, dengan kondisi tersebut warga masih kurang nyaman dan rawan. "Sudah sering disampaikan, tingal bisa dilakuan eksekusi oleh DPKP Kota Cilegon. Kami dan warga sudah mengusulkannya. Bahkan secara langsung sudah disampaikan," ucapnya.

Sementara itu, Lurah Bendungan Maman Herman menjelaskan, keinginan waga tersebut sudah secara langsung disampaika kepada pemerintah kelurahan dan kecamatan. Bahkan, sudah memberikan secara tertulis perihal posisi bangli yang membahayakan dan mengaggu keindahan tersebut. Namun, karena alasan kemanusiaan, DPKP Kota Cilegon masih mencari solusi yang tepat, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan dengan kebijakan adanya penertiban. "Dari sisi kemanusiaan saja yang jadi pertimbangan. Pemilih dan perkim sudah sepakat dan mau ditertibkan asalkan ada tempat baru untuk kembali berjualan," jelannya.


Kepala Bidang Sarana dan Infrastruktur pada DPKP Kota Cilegon Edi Hendarto saat di hubungi melalui telepon genggam dan Whatsapp (WA) belum memberikan penjelasan terkait dengan keberadaan bangli yang membahayakan dan merusak keindahan tersebut. (uri)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook